MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) mempercepat pelaksanaan berbagai proyek pembangunan infrastruktur pada tahun anggaran 2026.
Sejumlah pekerjaan fisik yang masuk dalam Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) dan Proyek Strategis Daerah (PSD) kini telah memasuki tahap pelaksanaan di berbagai wilayah.
Berdasarkan rekapitulasi Dinas Bina Marga, Bina Konstruksi dan Cipta Karya (BMBKCK) Sumatera Utara hingga 10 Juli 2026, terdapat 41 kegiatan pembangunan fisik yang telah menunjukkan progres.
Baca Juga: Bobby Nasution Minta Dana Tambahan Rp6 Triliun untuk Sumut Dipercepat, Fokus Pulihkan Daerah Terdampak Bencana Dari jumlah tersebut, 7 kegiatan merupakan Proyek Strategis Daerah (PSD), sedangkan sisanya merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC).
Kepala Dinas BMBKCK Sumatera Utara, Chandra Dalimunthe, mengatakan pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan agar seluruh proyek dapat selesai sesuai target yang telah ditetapkan.
"Kita terus mengejar progres pembangunan di Sumatera Utara. Pengerjaan proyek pembangunan infrastruktur tahun 2026 terus didorong agar berjalan sesuai target, termasuk pada ruas-ruas yang menjadi prioritas di berbagai kabupaten/kota," ujar Chandra Dalimunthe, Selasa (14/7/2026).
Chandra menjelaskan proyek yang sedang berjalan meliputi berbagai jenis pembangunan infrastruktur, mulai dari peningkatan struktur jalan provinsi, rehabilitasi jalan, pemeliharaan berkala, peningkatan kapasitas jalan, pembangunan jembatan, hingga pembangunan turap, talud, dan bronjong sebagai pengaman jalan.
Selain itu, terdapat pula kegiatan pembukaan dan penimbunan jalan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah.
Proyek-proyek tersebut tersebar di sejumlah daerah, antara lain Padang Lawas Utara, Asahan, Batubara, Gunungsitoli, Nias Barat, Nias Utara, Humbang Hasundutan, Labuhanbatu, Simalungun, Karo, Tapanuli Selatan, Pakpak Bharat, Sibolga, Tapanuli Tengah, Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Mandailing Natal, Toba, Kota Medan, dan Kabupaten Deli Serdang.
Selain proyek yang telah berjalan, Pemprov Sumut juga mencatat 14 kegiatan pembangunan fisik telah memasuki tahap kontrak.
Kegiatan tersebut meliputi proyek PHTC, PSD, hingga proyek penanganan pascabencana, termasuk pembangunan jembatan baru pada ruas Simpang Tiga Namu Unggas–Tangkahan di Kabupaten Langkat.
Sementara itu, terdapat 13 kegiatan yang saat ini masih berada dalam proses tender. Proyek tersebut mencakup pembangunan infrastruktur PHTC, penanganan pascabencana, pembangunan turap pada ruas Kuala–Simpang Marike di Kabupaten Langkat, serta proyek yang didanai melalui Dana Transfer ke Daerah (TKD).