BINJAI – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Utara bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut terus memperkuat sinergi untuk mengoptimalkan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Komitmen itu terlihat dalam kunjungan reses DPRD Sumut Tahun Sidang II 2025–2026 ke UPTD Pengelolaan Pendapatan Daerah (Pependa)/Samsat Binjai di Jalan Soekarno-Hatta, Kota Binjai, Senin (6/7/2026).
Baca Juga: Wakil Wali Kota Medan Hadiri Syukuran Gedung Baru Bimbel Scholaris, Dorong Peningkatan Kualitas Pendidikan Generasi Muda Kunjungan tersebut dilakukan untuk meninjau serapan anggaran tahun 2025 sekaligus mengevaluasi capaian dan berbagai kendala dalam upaya meningkatkan PAD.
Dalam kesempatan itu, anggota DPRD Sumut juga menyampaikan sejumlah masukan strategis agar target pendapatan daerah tahun 2026 dapat tercapai secara maksimal.
Turut mendampingi rombongan reses, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Provinsi Sumatera Utara sekaligus Ketua Tim OPD Pemprov Sumut, Erwin Harahap.
Kepala UPTD Pependa Binjai, Arief Indra Siregar, menjelaskan wilayah kerja Samsat Binjai mencakup 13 kecamatan, terdiri dari lima kecamatan di Kota Binjai dan delapan kecamatan di Kabupaten Langkat, dengan total 142 desa dan kelurahan.
Arief memaparkan, hingga 30 Juni 2026 realisasi penerimaan pajak menunjukkan tren positif.
Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) telah mencapai 34,93 persen atau sebesar Rp22,42 miliar dari target Rp64,20 miliar.
Sementara Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) terealisasi 39,72 persen atau Rp16 miliar dari target Rp40,20 miliar.
Adapun Pajak Air Permukaan (PAP) bahkan telah melampaui target dengan capaian 108,5 persen.
"Secara nominal, capaian PKB Juni 2026 ini sebenarnya meningkat dibanding periode yang sama tahun 2025 yang berada di angka Rp21,8 miliar. Namun, persentasenya terlihat kecil karena adanya kenaikan target anggaran sebesar Rp4 miliar untuk Samsat Binjai tahun ini," jelas Arief.