MEDAN – Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim bersama Ketua TP PKK Kota Tanjungbalai Mashandayani Mahyaruddin tampil kompak mengenakan pakaian adat Melayu saat mengikuti Karnaval Budaya Nusantara dalam rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XVIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Kota Medan, Kamis (2/7/2026) malam.
Karnaval budaya tersebut juga menjadi bagian dari perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-436 Kota Medan.
Ribuan peserta dari berbagai daerah ikut ambil bagian dengan menampilkan kekayaan budaya khas masing-masing kota.
Baca Juga: Wali Kota Tanjungbalai Hadiri Penutupan Rakernas APEKSI XVIII, Dorong Kolaborasi Bangun Kota Tangguh dan Modern Meski sempat diguyur hujan, antusiasme peserta dan masyarakat tidak surut.
Mereka tetap memadati kawasan Jalan Pemuda hingga Lapangan Merdeka (Kesawan), Kota Medan, untuk menyaksikan kemeriahan parade budaya yang menampilkan beragam pakaian adat, kesenian, dan identitas budaya Nusantara.
Acara dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya, didampingi Ketua Dewan Pengurus APEKSI sekaligus Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, serta Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas sebagai tuan rumah penyelenggara Rakernas APEKSI XVIII.
Karnaval diikuti oleh seluruh kontingen pemerintah kota dari berbagai daerah di Indonesia yang menjadi peserta Rakernas APEKSI ke-18.
Masing-masing delegasi menampilkan ciri khas budaya daerah sebagai bentuk promosi sekaligus pelestarian warisan budaya Indonesia.
Kontingen Kota Tanjungbalai menjadi salah satu peserta yang menarik perhatian pengunjung.
Selain menampilkan Wali Kota dan Ketua TP PKK dengan balutan pakaian adat Melayu, rombongan juga menghadirkan busana kreatif berbahan sampah daur ulang, yang menunjukkan kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.
Tidak hanya itu, kehadiran Parano dan Daro Kota Tanjungbalai turut menambah daya tarik delegasi Tanjungbalai dalam parade budaya tersebut.
Karnaval Budaya Nusantara merupakan agenda rutin dalam setiap pelaksanaan Rakernas APEKSI.