JAKARTA – Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Donny Ermawan Taufanto menjelaskan alasan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) mengikuti pelatihan bela negara. Menurutnya, pembekalan tersebut bertujuan membentuk karakter, meningkatkan kedisiplinan, serta memperkuat kemampuan kerja sama dalam memimpin organisasi.
Donny mengatakan, nilai-nilai yang diajarkan dalam pelatihan tersebut bukan semata-mata berorientasi pada aspek militer, melainkan membangun karakter kepemimpinan yang dibutuhkan seorang manajer.
"Jangan sampai nanti manajernya tidak bisa melaksanakan tugasnya, tidak bisa memimpin anak buahnya. Karena itu pendidikan mengenai disiplin sangat penting agar mereka terbiasa tepat waktu dan bertanggung jawab," ujar Donny di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (1/7/2026).
Baca Juga: Kapolres Tanjab Timur Sampaikan Pesan Tegas di Hari Bhayangkara ke-80, Soroti Tantangan Polri ke Depan Selain disiplin, pelatihan juga diarahkan untuk meningkatkan kemampuan bekerja sama, berkoordinasi, dan membangun kekompakan dalam tim.
Menurut Donny, nilai-nilai tersebut menjadi bekal penting bagi para calon manajer dalam mengelola koperasi desa secara profesional.
Ia menambahkan, metode pembinaan karakter melalui pusat pendidikan TNI maupun Pusat Bela Negara Kementerian Pertahanan juga telah lama dimanfaatkan oleh berbagai kementerian, lembaga, hingga perusahaan swasta.
Menurutnya, banyak instansi mengirimkan pegawainya mengikuti pelatihan serupa guna membentuk sumber daya manusia yang memiliki disiplin, integritas, serta kemampuan kepemimpinan yang lebih baik.
"Setiap pimpinan tentu menginginkan pegawai yang disiplin, tepat waktu, memiliki integritas tinggi, dan mampu bekerja sama dalam tim. Nilai-nilai itulah yang ingin dibangun melalui pembekalan ini," kata Donny.
Sebelumnya, program pembekalan calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih menjadi sorotan publik. Pemerintah kemudian melakukan penyesuaian terhadap materi pelatihan, termasuk menghapus latihan menembak, mengurangi porsi latihan fisik, serta mengubah nomenklatur pelatihan menjadi pembekalan bela negara yang lebih menitikberatkan pada pembentukan karakter, kepemimpinan, dan manajerial.* (in/dh)