BANDA ACEH – Gubernur Aceh Muzakir Manaf atau Mualem memastikan pemerintah akan mendorong hilirisasi minyak dan gas (migas) dari Blok Andaman sebagai bagian dari upaya memperkuat perekonomian Aceh.
"Gas alam melimpah, kita harus persiapkan diri dengan matang," kata Mualem di Jakarta, Selasa, 1 Juli 2026.
"Lampu hijau hilirisasi sudah kita dapatkan."
Baca Juga: Kapolres Tanjab Timur Sampaikan Pesan Tegas di Hari Bhayangkara ke-80, Soroti Tantangan Polri ke Depan Menurut Mualem, keberadaan Blok Andaman merupakan peluang besar bagi Aceh untuk membangun ekonomi daerah.
Ia menilai manfaat kawasan migas tersebut tidak boleh hanya dilihat dari besarnya pendapatan yang diterima daerah, tetapi juga harus mampu menciptakan nilai tambah melalui pembangunan industri dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.
"Kalau hanya bicara finansial, pembahasannya sebatas pembagian hak bagi Aceh dalam bentuk nominal rupiah. Yang kita inginkan adalah Blok Andaman menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi Aceh, mengembangkan sumber daya manusia, dan kemanfaatan lainnya. Karena itu, perlu perencanaan yang matang. Itu tidak semudah membalikkan telapak tangan," ujarnya.
Pernyataan Gubernur disampaikan melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Dr. Nurlis Effendi.
Ia mengatakan, Pemerintah Aceh telah beberapa kali membahas rencana hilirisasi migas dalam rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Aceh M. Nasir Syamaun.
Menurut Nurlis, kawasan Andaman memiliki enam blok migas utama, yakni Andaman I, Andaman II, Andaman III, Central Andaman, South Andaman, dan South West Andaman.
Tahap awal pengembangan akan dimulai dari Lapangan Gas Tengkulo di Wilayah Kerja South Andaman yang dikelola Mubadala Energy.
"Project inilah yang mengawali pergerakan hilirisasi," kata Nurlis.
Ia menjelaskan, hilirisasi akan dimulai dari Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe.