SIMALUNGUN – Pemerintah Kabupaten Simalungun bersama Perwakilan Bank Indonesia Pematangsiantar memperkuat kemitraan antara Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) melalui kegiatan Business Matching Kemitraan SPPG dan UMKM yang digelar di Balai Harungguan Tuan Rondahaim Saragih, Kantor Bupati Simalungun, Pamatang Raya, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Simalungun, Mixnon Andreas Simamora, yang hadir mewakili Bupati Simalungun.
Dalam sambutan tertulis Bupati Simalungun yang dibacakan Sekda, disebutkan bahwa forum tersebut menjadi langkah nyata untuk memperkuat sinergi antara pemerintah, SPPG, pelaku UMKM, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung pembangunan daerah.
Baca Juga: Mau Kerja di Jepang? Kemenaker Buka Program Magang 3 Tahun Lengkap dengan Pelatihan Kaigo "Forum ini bertujuan mendukung ketahanan pangan daerah, mengendalikan laju inflasi, memberdayakan pelaku usaha, serta menjamin keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis (MBG)," ujarnya.
Sekda menjelaskan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak hanya bertujuan meningkatkan kualitas gizi peserta didik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Kebutuhan bahan pangan dalam jumlah besar dan berkelanjutan dinilai dapat dipenuhi oleh petani, peternak, koperasi, serta pelaku usaha lokal.
Karena itu, menurutnya, kemitraan yang kuat, transparan, dan berkelanjutan antara SPPG dan pelaku usaha menjadi faktor penting dalam menyukseskan program tersebut.
Ia menambahkan Kabupaten Simalungun memiliki potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan.
Berbagai komoditas unggulan dari daerah itu dinilai mampu memenuhi kebutuhan rantai pasok Program MBG.
"Potensi ini harus dimanfaatkan secara maksimal agar manfaat ekonomi langsung dirasakan oleh masyarakat lokal," tegas Sekda.
Meski demikian, Sekda mengakui masih terdapat sejumlah tantangan, mulai dari keterbatasan akses pasar, kesenjangan informasi, hingga belum optimalnya koordinasi antarpihak.