NIAS UTARA– Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Provinsi Sumatera Utara, Kahiyang Ayu, mendorong seluruh kader TP PKK hingga tingkat desa untuk mulai memanfaatkan aplikasi Sistem Informasi Pelaporan dan Data (SIPANDA).
Penggunaan aplikasi tersebut diharapkan mampu menciptakan administrasi yang lebih tertib, efektif, sekaligus mempermudah proses pelaporan program PKK.
Hal itu disampaikan Kahiyang Ayu saat melakukan monitoring TP PKK di Desa La'aya, Kecamatan Tuhemberua, Kabupaten Nias Utara, bersama Staf Ahli I TP PKK Sumut Titiek Sugiharti Surya, Rabu (24/6/2026).
Baca Juga: Pikap Diduga Angkut BBM Ilegal Terbakar di Tol Medan–Tebing Tinggi, Dua Orang Alami Luka Bakar Parah Menurut Kahiyang Ayu, kegiatan monitoring merupakan agenda rutin tahunan yang berfokus pada evaluasi tertib administrasi.
Penilaian dilakukan terhadap pencatatan data keluarga, pelaksanaan program kerja, hingga optimalisasi sistem pelaporan mulai dari tingkat desa atau kelurahan, kecamatan, sampai kabupaten dan kota.
"Proses administrasi yang tertib menjadi penting untuk memastikan seluruh data dan program kerja PKK tercatat dengan baik, sekaligus memudahkan pengendalian dan pelaporan," ujar Kahiyang.
Ia menjelaskan, sistem pelaporan yang baik harus berjalan secara berjenjang agar informasi yang diterima akurat dan tepat waktu.
Karena itu, seluruh kader PKK, khususnya di tingkat desa, didorong untuk mulai menggunakan aplikasi SIPANDA dalam menjalankan administrasi organisasi.
"Supaya administrasi PKK makin mudah, kader desa harus sudah menggunakan aplikasi SIPANDA. Aplikasi ini dirancang untuk meringankan beban kerja administratif agar kader bisa lebih fokus pada pemberdayaan langsung di lapangan," ujarnya.
Dalam kunjungan tersebut, Kahiyang Ayu bersama Titiek Sugiharti Surya yang didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Nias Utara Arismanwati A. Waruwu juga meninjau Pojok Baca dan berinteraksi dengan anak-anak.
Pada kesempatan itu, mereka menyerahkan bantuan berupa meja belajar lipat serta perlengkapan mewarnai.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan meninjau produk usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta hasil pertanian unggulan Kabupaten Nias Utara sebagai bagian dari upaya mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.