DELI SERDANG – Rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara memperbaiki Jalan Perintis Kemerdekaan di Kecamatan Galang mendapat sambutan positif dari masyarakat dan pelaku usaha.
Perbaikan infrastruktur tersebut dinilai akan memperlancar mobilitas warga, mempercepat distribusi barang, serta mendorong pertumbuhan ekonomi di kawasan itu.
Harapan tersebut menguat setelah Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meninjau langsung kondisi jalan di Kecamatan Galang, Kabupaten Deliserdang, bersama jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Sumut, Kamis, 25 Juni 2026.
Baca Juga: Bobby Nasution Terima Hasil Seleksi 15 Besar Calon Komisioner KI Sumut, Segera Diserahkan ke DPRD Dalam kunjungan itu, Bobby Nasution memastikan akan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kerusakan ruas Jalan Lubukpakam–Tanah Abang sepanjang sekitar tiga kilometer dan ruas Tanah Abang–Galang hingga batas Kabupaten Serdangbedagai sepanjang sekitar dua kilometer.
Saat berdialog dengan warga, Bobby Nasution menerima berbagai aspirasi mengenai kondisi jalan yang dinilai menghambat aktivitas masyarakat, distribusi barang, dan perkembangan usaha.
Menurutnya, ruas jalan tersebut merupakan jalur penghubung utama yang memiliki peran strategis bagi mobilitas masyarakat maupun pertumbuhan ekonomi di Kecamatan Galang dan sekitarnya.
Rencana perbaikan jalan itu disambut antusias oleh para pelaku usaha yang selama ini merasakan langsung dampak kerusakan infrastruktur terhadap kegiatan usaha mereka.
Pemilik Rafa Bakery, Dian Ardiansyah, mengatakan kondisi jalan yang rusak telah memengaruhi jumlah pelanggan dan proses distribusi usahanya.
"Sebagai pelaku usaha tentu kami sangat senang mendengar jalan ini akan diperbaiki. Saat musim hujan pelanggan enggan singgah karena jalan tergenang. Sebaliknya saat musim kemarau debu masuk ke toko dan mengotori etalase maupun peralatan. Bahkan kami kesulitan mengantar pesanan keluar toko," ujarnya.
Keluhan serupa disampaikan pemilik Lamhot Service, Poltak Nadapdap.
Menurutnya, kerusakan jalan yang telah berlangsung sekitar dua tahun terakhir semakin parah dalam setahun terakhir sehingga berdampak langsung terhadap usahanya.
"Lubang besar tepat di depan bengkel saya sangat mengganggu. Banyak pelanggan enggan datang sehingga berdampak pada pendapatan usaha dan pembayaran gaji karyawan," ungkapnya.