MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menerima hasil seleksi 15 besar calon Komisioner Komisi Informasi (KI) Provinsi Sumatera Utara dari Tim Seleksi (Timsel).
Selanjutnya, nama-nama tersebut akan diserahkan kepada DPRD Sumatera Utara untuk mengikuti tahapan uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test.
Penyerahan hasil seleksi berlangsung saat audiensi Tim Seleksi Calon Komisioner Komisi Informasi Provinsi Sumatera Utara dengan Gubernur Sumut di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat, 26 Juni 2026.
Baca Juga: Kapolri Tunjuk Brigjen Ruddi Setiawan sebagai Kapolda Aceh, Gantikan Irjen Marzuki Ali Basyah yang Pensiun Dalam pertemuan tersebut, Bobby Nasution menyampaikan apresiasi kepada Tim Seleksi yang telah melaksanakan seluruh tahapan seleksi secara terbuka, transparan, dan profesional.
Menurutnya, kompetensi menjadi faktor utama dalam menentukan calon komisioner.
"Kami mengucapkan terima kasih telah melaksanakan seleksi yang sangat terbuka ini. Dalam seleksi ini, yang paling diperlukan adalah kemampuannya. Tahapan hasil ini akan segera kita serahkan kepada DPRD Sumut. Mudah-mudahan hasil dari timsel ini adalah orang-orang yang terbaik," ujar Bobby.
Bobby mengatakan Sumatera Utara telah meraih penghargaan di bidang keterbukaan informasi publik.
Karena itu, ia berharap komisioner yang nantinya terpilih mampu mempertahankan prestasi tersebut sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.
"Kita ketahui bahwa Sumut telah menerima penghargaan keterbukaan informasi publik, dan kita harap dengan terpilihnya komisioner baru ini, dapat menjaga keterbukaan informasi publik ke depan. Mudah-mudahan bisa memberikan perbaikan dalam informasi publik di Sumut, khususnya yang berdampak langsung untuk kesejahteraan masyarakat," tambahnya.
Sementara itu, Ketua Tim Seleksi Komisi Informasi Sumatera Utara Hatta Ridho menyampaikan bahwa seluruh proses seleksi berlangsung secara terbuka, objektif, dan akuntabel sejak dimulai pada April 2026.
Menurut Hatta, sekitar 100 peserta mengikuti proses seleksi yang meliputi Computer Assisted Test (CAT), tes psikologi, hingga berbagai tahapan penilaian lainnya dengan bobot yang telah ditentukan.
Setelah melalui rapat pleno, Tim Seleksi menetapkan 15 peserta terbaik.