MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mengusulkan penggabungan atau merger sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
Langkah tersebut dinilai perlu dilakukan untuk meningkatkan efisiensi perusahaan daerah, memperkuat struktur bisnis, serta mengurangi beban operasional yang selama ini dinilai kurang efektif.
Usulan itu disampaikan Bobby Nasution saat menghadiri Rapat Paripurna DPRD Sumatera Utara dengan agenda pengambilan keputusan terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang perubahan bentuk hukum PT Dhirga Surya Sumatera Utara di Gedung DPRD Sumut, Kamis (25/6/2026).
Baca Juga: Mahfud MD Tantang Prabowo Ungkap Pihak Pendana Demo: Sebutkan Siapa yang Dibayar dan Membayar! Dalam rapat tersebut, Bobby meminta dukungan DPRD Sumut agar enam BUMD yang saat ini dimiliki Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat dikonsolidasikan menjadi tiga atau empat perusahaan daerah yang lebih kuat dari sisi aset, modal, dan kemampuan bisnis.
"Sidang dewan yang terhormat, izinkan kami Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengusulkan agar BUMD-BUMD ini dapat digabungkan. Dengan demikian dari sisi operasional tidak terlalu banyak direksi maupun manajemen yang justru membebani keuangan perusahaan daerah tersebut," kata Bobby Nasution.
Menurut Bobby, kondisi BUMD di Sumatera Utara saat ini masih menunjukkan ketimpangan.
Sejumlah perusahaan daerah memiliki aset yang besar, namun belum mampu menghasilkan kinerja keuangan yang optimal.
Sebaliknya, ada pula BUMD dengan aset terbatas tetapi mampu mencatatkan performa keuangan yang lebih baik.
"Kalau kita melihat BUMD kita hari ini, ada yang memiliki aset sangat besar dan luar biasa, tetapi kondisi keuangannya justru kurang baik. Bahkan ada pegawai yang mengalami berbagai kesulitan. Di sisi lain ada BUMD yang asetnya hampir tidak ada, bahkan masih menyewa fasilitas, tetapi performa keuangannya justru cukup baik," ujarnya.
Ia menilai kondisi tersebut menjadi tantangan bagi perusahaan daerah untuk berkembang dan melakukan ekspansi usaha.
Karena itu, merger dinilai dapat menjadi solusi untuk menciptakan perusahaan yang lebih sehat dan memiliki daya saing lebih tinggi.
Bobby menjelaskan, sebagian BUMD memiliki aset yang besar namun belum didukung kemampuan pengelolaan yang maksimal.