TANJUNGBALAI — Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim, didampingi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Dewi Yanti beserta jajaran, menerima audiensi dan silaturahmi pengurus Asosiasi Kota (Askot) PSSI Tanjungbalai yang dipimpin Ketua Askot Tommy Sutara.
Pertemuan berlangsung di ruang kerja Wali Kota, Senin (22/6/2026).
Dalam pertemuan itu, Askot PSSI Tanjungbalai menyampaikan sejumlah rencana pengembangan sepak bola di daerah, termasuk dorongan pembangunan stadion mini yang dinilai penting untuk pembinaan atlet usia dini.
Baca Juga: Prabowo Ungkap Penyebab Rupiah Melemah: Kekayaan Negara Banyak Mengalir ke Luar Negeri Ketua Askot PSSI Tanjungbalai, Tommy Sutara, mengatakan kehadiran pihaknya membawa semangat kolaborasi antara organisasi sepak bola dan pemerintah daerah.
Menurutnya, sepak bola di Tanjungbalai perlu didukung dengan fasilitas yang lebih memadai agar pembinaan usia dini bisa berjalan maksimal.
"Di lapangan-lapangan sederhana hari ini, ada anak-anak Tanjungbalai yang memiliki mimpi besar. Mereka memiliki bakat, semangat, dan kecintaan terhadap sepak bola. Namun mereka membutuhkan satu hal yang sangat penting, yaitu fasilitas yang layak untuk berkembang," ujar Tommy.
Ia juga menyampaikan bahwa dalam waktu dekat Kota Tanjungbalai akan menjadi bagian dari penyelenggaraan Festival Sepak Bola Piala Presiden U-10 dan U-12 yang direncanakan berlangsung pada Juli atau Agustus 2026.
Kegiatan tersebut, kata dia, bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga ajang pembinaan dan pengembangan bakat anak-anak daerah.
Tommy menekankan bahwa sepak bola modern tidak bisa hanya mengandalkan semangat, tetapi membutuhkan ekosistem yang lengkap, mulai dari kompetisi, pelatih, pembinaan, hingga infrastruktur yang memadai.
Karena itu, Askot PSSI Tanjungbalai mengusulkan pembangunan Stadion Sepak Bola Mini di Jalan Sriwijaya.
Stadion tersebut diharapkan menjadi pusat pembinaan atlet muda, tempat kompetisi pelajar dan masyarakat, sekaligus ruang berkumpul warga melalui olahraga.
"Kami melihat stadion mini ini bukan hanya sebagai pembangunan lapangan sepak bola, tetapi sebagai pembangunan masa depan generasi muda Tanjungbalai," katanya.