JAKARTA - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu strategi utama pemerintah dalam upaya menekan angka stunting di Indonesia. Program ini disebut tidak hanya menyasar anak, tetapi juga perlu diperkuat pada kelompok rentan seperti ibu hamil dan balita.
Budi menekankan, penanganan stunting tidak bisa hanya difokuskan pada anak setelah lahir, melainkan harus dimulai sejak masa kehamilan. Kondisi gizi ibu hamil dinilai sangat menentukan kualitas kesehatan bayi yang dilahirkan.
"Ibu hamil harus menjadi target utama karena kondisi gizinya sangat menentukan kesehatan bayi yang dilahirkan," ujar Budi Gunadi Sadikin di Jakarta, Senin (22/6/2026).
Baca Juga: BGN Persilakan Kejagung Usut 41 Nama yang Disebut dalam Kasus Dugaan Korupsi MBG Ia menjelaskan, masih tingginya kasus gangguan kesehatan pada bayi dan anak berkaitan erat dengan kurangnya asupan gizi sejak masa kehamilan hingga awal pertumbuhan anak. Karena itu, intervensi gizi sejak dini dianggap penting untuk memutus rantai stunting.
Selain ibu hamil, Budi juga menyoroti pentingnya peran ibu menyusui dan pemberian ASI eksklusif hingga dua tahun sebagai bagian dari pemenuhan gizi anak pada fase emas pertumbuhan.
Program MBG diharapkan tidak hanya berdampak pada penurunan stunting, tetapi juga mampu mengurangi risiko penyakit jangka panjang jika dijalankan secara tepat sasaran dan berkelanjutan.
Pemerintah, kata Budi, akan terus melakukan evaluasi berbasis data untuk memastikan efektivitas program tersebut di berbagai daerah.
Dengan pendekatan intervensi gizi yang lebih terarah, pemerintah optimistis angka stunting dapat ditekan dan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan semakin meningkat.* (d/dh)