MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, merespons video viral yang memperlihatkan sejumlah siswa di Kabupaten Samosir terlambat masuk sekolah karena kapal penyeberangan yang biasa mengantar mereka tidak datang.
Bobby menjelaskan peristiwa yang ramai diperbincangkan di media sosial tersebut sebenarnya terjadi beberapa waktu lalu. Saat itu, kapal yang digunakan untuk mengangkut para pelajar dari kawasan Danau Toba mengalami kerusakan sehingga tidak dapat beroperasi.
"Saya sudah tanyakan langsung kepada Bupati Samosir. Kapal yang biasa mengantarkan siswa SD, SMP, hingga SMA saat itu memang mengalami kerusakan," kata Bobby, kepada wartawan, Jumat (20/6/2026).
Baca Juga: Libur Sekolah Dimulai, Tiket Kereta di Sumut Mulai Diserbu, 130 Ribu Kursi Disiapkan Menurut Bobby, selain kendala transportasi air, akses jalan menuju sekolah juga menjadi persoalan yang perlu segera ditangani. Ia mengakui kondisi jalan provinsi di kawasan tersebut masih mengalami kerusakan dan membutuhkan perbaikan.
"Jarak dari permukiman warga ke sekolah sekitar 8 kilometer. Jalannya merupakan kewenangan provinsi dan kami akan melakukan perbaikan," ujarnya.
Pemprov Sumut, lanjut Bobby, juga tengah menyiapkan program bus sekolah gratis untuk membantu mobilitas pelajar, khususnya di daerah-daerah yang memiliki keterbatasan akses transportasi.
Program tersebut akan diprioritaskan bagi wilayah yang sulit dijangkau sarana transportasi umum, termasuk kawasan terpencil di sekitar Danau Toba.
"Kami memiliki program bus antar-jemput anak sekolah. Daerah-daerah seperti ini akan menjadi prioritas. Mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasikan, paling lambat tahun depan," jelasnya.
Sebelumnya, video sejumlah pelajar di Kecamatan Sitiotio, Kabupaten Samosir, viral di media sosial. Dalam video tersebut, para siswa mengeluhkan keterlambatan kapal penyeberangan yang membuat mereka terancam terlambat mengikuti kegiatan belajar di sekolah.
Video itu menuai perhatian luas dari masyarakat dan mendorong berbagai pihak meminta adanya solusi permanen untuk mendukung akses pendidikan bagi pelajar di kawasan Danau Toba.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap perbaikan infrastruktur jalan serta penyediaan transportasi sekolah dapat menjadi solusi jangka panjang agar aktivitas belajar para siswa tidak lagi terganggu.*
(k/dh)