BANDA ACEH – Pemerintah Aceh menegaskan pentingnya peran generasi muda dalam proses pembangunan daerah.
Aspirasi anak muda dinilai bukan sekadar pelengkap, tetapi bagian penting dalam merancang arah pembangunan Aceh ke depan.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, saat membuka kegiatan sekaligus melantik pengurus Duek Pakat Forum Anak Tanah Rencong (FATAR) Tahun 2026 di Hotel Grand Nanggroe Aceh, Banda Aceh, Sabtu (20/06/2026).
Baca Juga: Sidang Korupsi Smartboard Rp29,5 Miliar: Ada Uang Rp1,5 Juta dan Perintah Teken Dokumen Malam Hari, Nama Eks Pj Bupati Langkat Ikut Mencuat Dalam sambutannya, M. Nasir menekankan bahwa anak-anak dan remaja bukan hanya generasi penerus, tetapi juga bagian dari pembangunan saat ini.
Karena itu, forum seperti FATAR disebutnya penting sebagai ruang diskusi dan edukasi bagi anak muda untuk menyampaikan gagasan.
"Suara, gagasan, dan harapan kalian memiliki nilai yang sangat penting dalam pembangunan Aceh ke depan. Oleh karena itu, Pemerintah Aceh tidak hanya ingin mendengar tentang hak anak, tetapi juga mendengar langsung dari anak," ujar Sekda Aceh, M. Nasir.
Ia juga menyoroti perkembangan teknologi digital yang semakin cepat.
Dalam kesempatan itu, M. Nasir mengingatkan agar anak-anak dan remaja di Aceh dapat memanfaatkan teknologi secara bijak untuk belajar, berkarya, dan berprestasi, bukan sebaliknya terjebak pada dampak negatifnya.
Menurutnya, perlindungan dan pemenuhan hak anak tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan kerja sama banyak pihak.
Mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat, dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, hingga pemerintah di semua tingkatan.
M. Nasir juga menegaskan komitmen Pemerintah Aceh untuk memastikan setiap anak tumbuh dalam kondisi sehat, mendapatkan pendidikan yang layak, terlindungi dari kekerasan, serta memiliki kesempatan yang sama untuk berkembang.