MEDAN – Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas memastikan proses pengisian jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Medan akan segera dilakukan menyusul berakhirnya masa tugas Wiriya Alrahman yang akan memasuki masa pensiun pada akhir Juli 2026.
Untuk menghindari kekosongan jabatan strategis tersebut, Rico Waas juga menyiapkan pelaksana tugas (Plt) Sekda hingga pejabat definitif terpilih dan ditetapkan melalui mekanisme yang berlaku.
Hal itu disampaikan Rico usai melantik 69 pejabat manajerial di lingkungan Pemerintah Kota Medan di Balai Kota Medan, Kamis (18/6/2026).
Baca Juga: Sekdaprov Sumut Tegas! Program BKP Tak Boleh Dialihkan, Daerah Diminta Percepat Tender "Pastinya ya, karena waktunya seperti itu. Tenggat waktunya sedikit sekali, jadi harus segera," kata Rico Waas.
Menurut Rico, proses pengisian jabatan Sekda akan dilakukan melalui mekanisme Manajemen Talenta (MT). Namun, pengisian jabatan Sekda memiliki tahapan yang lebih kompleks dibandingkan jabatan pimpinan tinggi pratama lainnya.
"Mengingat pengisian sekda ini tidak seperti eselon II karena punya teknis yang lebih lengkap," ujarnya.
Rico menegaskan, sosok Sekda Kota Medan yang baru nantinya harus mampu menjadi motor penggerak pembangunan daerah. Selain menguasai aspek administrasi pemerintahan, calon Sekda juga harus memahami arah pembangunan nasional, provinsi, hingga kota serta mampu membaca potensi peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
"Saya harapkan dan tekankan sekda ke depan mampu kreatif serta memahami betul arah pembangunan kota sesuai rancangan nasional, provinsi hingga ke tingkat kota," tegasnya.
Selain proses pengisian jabatan Sekda, Pemko Medan saat ini juga masih memiliki lima jabatan pimpinan tinggi pratama yang belum terisi secara definitif. Kelima posisi tersebut saat ini masih dijabat oleh pelaksana tugas (Plt).
Adapun jabatan yang masih kosong yakni Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Dinas Ketenagakerjaan, Sekretaris DPRD Kota Medan, serta Direktur Utama RSUD dr Pirngadi Medan.
Rico mengaku masih terus mencari figur terbaik melalui mekanisme Manajemen Talenta dan tidak menutup kemungkinan adanya peserta dari luar lingkungan Pemko Medan yang ikut bersaing.
"Saya belum tahu ya. Tapi bisa iya, bisa enggak. Karena yang di Medan juga banyak yang bagus. Intinya kami terus mencari potensi terbaik lewat manajemen talenta," ucapnya.