MEDAN - Gubernur Sumatera Utara, Muhammad Bobby Afif Nasution menjajaki kerja sama dengan Finlandia dalam pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy (PSEL).
Kerja sama ini diharapkan dapat membantu penanganan sampah sekaligus memperkuat pasokan listrik di berbagai wilayah Sumatera Utara, termasuk daerah terpencil.
Hal tersebut disampaikan Bobby Nasution saat menerima audiensi Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, di ruang kerjanya, Lantai 10 Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Rabu (17/6/2026).
Baca Juga: 207 Jemaah Haji Kloter 14 Asal Medan Tiba, Rico Waas Sambut Kepulangan di Asrama Haji: Semoga Mabrur dan Mabruroh Menurut Bobby, keberadaan fasilitas PSEL menjadi kebutuhan penting untuk menjawab persoalan pengelolaan sampah yang masih menjadi tantangan di sejumlah daerah di Sumut.
Saat ini, proyek PSEL berkapasitas 15 megawatt (MW) yang melayani Kota Medan dan Kabupaten Deliserdang juga tengah berjalan.
Ia berharap kerja sama dengan Finlandia tidak hanya berhenti pada satu proyek, tetapi dapat diperluas ke wilayah lain dengan skala yang lebih kecil maupun lebih besar.
"Oleh karena itu, kami berharap mungkin Finlandia bisa mensupport program untuk membangun PSEL ini, kami harap kita bisa kerja sama dengan skala yang sama atau yang lebih kecil di beberapa wilayah," kata Bobby Nasution.
Bobby menilai PSEL tidak hanya berfungsi sebagai sumber energi listrik, tetapi juga sebagai solusi jangka panjang dalam pengelolaan limbah perkotaan secara berkelanjutan.
Selain itu, ia juga membuka peluang kerja sama di sektor hilirisasi industri, terutama yang berbasis sumber daya alam Sumatera Utara.
Dalam pertemuan tersebut, Bobby turut memaparkan potensi komoditas unggulan daerah, salah satunya kelapa sawit yang dinilai memiliki peluang besar untuk dikembangkan dalam industri turunan.
"Kami sangat terbuka tentang pengolahan kelapa sawit, ini salah satu hal paling berpotensi di Sumut," ujarnya.
Sementara itu, Duta Besar Finlandia untuk Indonesia, Pekka Kaihilahti, menyatakan kesiapan negaranya untuk mendukung pengembangan teknologi pengolahan sampah menjadi energi di Sumatera Utara.