JAKARTA — Menteri Koperasi Ferry Juliantono mengajak kalangan mahasiswa untuk tidak pesimistis terhadap program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDMP) yang tengah dikembangkan pemerintah. Menurut dia, program tersebut menjadi salah satu upaya untuk menggerakkan perekonomian masyarakat di tingkat desa dan kelurahan.
Pernyataan itu disampaikan Ferry menanggapi sejumlah aspirasi mahasiswa yang meminta pemerintah melakukan evaluasi terhadap program Koperasi Merah Putih. Meski mengakui pelaksanaannya tidak mudah, Ferry menegaskan program tersebut tetap memiliki peran penting dalam membangun ekonomi rakyat.
"Memang tidak mudah mengoperasionalkan program ini, tetapi jangan pesimis. Masyarakat membutuhkan badan usaha yang mampu menggerakkan ekonomi di tingkat bawah," kata Ferry, Rabu, 17 Juni 2026.
Baca Juga: Aksi Unjuk Rasa di Medan Dikawal Humanis, Polisi Pastikan Aspirasi Tetap Tersampaikan Menurut Ferry, pembentukan Koperasi Merah Putih dirancang untuk mendorong aktivitas ekonomi produktif yang melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Melalui koperasi, warga diharapkan dapat memiliki akses yang lebih luas terhadap kegiatan usaha, permodalan, hingga pengembangan ekonomi lokal.
Mantan Wakil Menteri Koperasi itu menjelaskan bahwa pengembangan koperasi tidak hanya berhenti pada pembentukan badan hukum. Pemerintah juga harus menyiapkan sarana pendukung, sistem pengelolaan, serta memastikan koperasi dapat beroperasi secara berkelanjutan.
Karena itu, proses implementasi program membutuhkan waktu dan penyesuaian agar dapat berjalan efektif sesuai kebutuhan di lapangan.
Ferry mengatakan pemerintah saat ini juga melakukan penyesuaian target pembangunan Koperasi Merah Putih. Namun, penyesuaian tersebut bukan berarti program dihentikan, melainkan dilakukan untuk memastikan koperasi yang dibentuk benar-benar memiliki prospek usaha yang jelas.
Menurut dia, setiap koperasi harus dibangun berdasarkan kajian kelayakan usaha atau feasibility study agar mampu menghasilkan keuntungan dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
"Pendekatan yang digunakan tidak hanya kuantitatif, tetapi juga kualitatif. Koperasi harus memiliki potensi usaha yang sehat, mampu berkembang, dan memberikan keuntungan bagi anggotanya," ujarnya.
Pemerintah berharap keberadaan Koperasi Merah Putih dapat menjadi instrumen penguatan ekonomi desa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, koperasi diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi lokal dan meningkatkan kesejahteraan warga di berbagai daerah.*
(mt/dh)