BATU BARA – Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian dengan membuka akses permodalan yang lebih mudah bagi petani melalui kerja sama antara Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara dengan PT Bank Sumut Cabang Lima Puluh.
Langkah ini diharapkan mampu mengurangi ketergantungan petani pada tengkulak sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian.
Wakil Bupati Batu Bara menyaksikan langsung penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Batu Bara dengan PT Bank Sumut Cabang Lima Puluh tentang pembiayaan sektor cabai dan padi di Kabupaten Batu Bara.
Baca Juga: Polri Ajukan Tambahan Anggaran Rp66,1 Triliun untuk 2027, Ini Alasannya Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Kantor Bupati Batu Bara, Kecamatan Lima Puluh, Senin (15/6/2026).
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pj. Sekretaris Daerah Kabupaten Batu Bara, Pimpinan Divisi Kredit Konsumer PT Bank Sumut Faisal Panggabean, Pimpinan Departemen Pembiayaan Program PT Bank Sumut Ahmad Abdullah Simbolon, serta Pimpinan PT Bank Sumut Cabang Lima Puluh Nurman Arif Budiman.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Batu Bara menyampaikan bahwa kerja sama tersebut merupakan langkah strategis untuk mendukung sektor pertanian yang menjadi salah satu komoditas unggulan daerah.
Menurutnya, kemudahan akses pembiayaan akan membantu petani memperoleh modal usaha sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian.
Wakil Bupati Batu Bara mengungkapkan bahwa selama ini petani masih menghadapi berbagai kendala, mulai dari keterbatasan modal hingga pembiayaan menjelang masa panen.
Kondisi tersebut sering kali membuat petani bergantung pada tengkulak untuk memenuhi kebutuhan permodalan.
"Selama ini para petani kita dihadapkan pada permasalahan klasik, yaitu keterbatasan modal hingga pembiayaan menjelang panen. Akibatnya, banyak petani yang memilih meminjam kepada tengkulak," ujarnya.
Melalui kerja sama tersebut, Pemerintah Kabupaten Batu Bara berkomitmen untuk memutus mata rantai permasalahan permodalan yang selama ini membebani petani.
Wakil Bupati berharap program pembiayaan ini dapat berjalan secara optimal sehingga mampu meningkatkan kesejahteraan petani.