SIMALUNGUN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong pemerintah kabupaten dan kota memperkuat pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penerapan feasibility study atau studi kelayakan usaha.
Langkah ini dinilai penting agar pengembangan UMKM lebih terarah, berbasis data, serta memiliki daya tarik bagi investor.
Arahan tersebut disampaikan Bobby Nasution saat membuka Pekan Inovasi dan Investasi Sumatera Utara (PIISU) ke-12 tahun 2026 di Open Stage Parapat, Kabupaten Simalungun, Kamis, 11 Juni 2026.
Baca Juga: Pemprov Sumut Terima Rekomendasi Strategis Sesko TNI untuk Mitigasi Ancaman Megathrust Bobby menekankan bahwa studi kelayakan dapat menjadi dasar bagi pemerintah daerah dalam memetakan potensi usaha secara lebih objektif.
Selain itu, dokumen tersebut juga dinilai dapat mempermudah pelaku UMKM dalam mengakses pembiayaan, baik dari perbankan maupun program bantuan pemerintah.
"Kalau ingin menawarkan investasi, cukup bawa data UMKM yang sudah memiliki studi kelayakan. UMKM tidak hanya dibina secara umum, tetapi harus dianalisis secara terstruktur agar bisa naik kelas dan berdaya saing," ujar Bobby Nasution.
Ia menjelaskan, Pemprov Sumut saat ini terus mendorong penguatan UMKM melalui sejumlah kebijakan, mulai dari percepatan digitalisasi, perluasan akses pembiayaan, penyederhanaan perizinan, hingga fasilitasi sertifikasi halal.
UMKM juga didorong meningkatkan kualitas produk agar mampu menjalin kemitraan dengan usaha besar dan memperluas pasar.
Menurut Bobby Nasution, inovasi dan investasi menjadi dua pilar utama dalam mempercepat pembangunan daerah sekaligus meningkatkan daya saing Sumut di tingkat nasional maupun internasional.
"Kolaborasi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," katanya.
Ia juga berharap PIISU 2026 tidak hanya menjadi ajang pameran, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk memperluas jejaring investasi dan memperkuat posisi UMKM.
Kegiatan tersebut mencakup pameran inovasi daerah, forum bisnis, temu investor, business matching, hingga promosi seni dan budaya.