MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution menyentil keras sejumlah kepala desa yang tidak menghadiri kegiatan pelatihan Pencarian dan Pertolongan Permukaan Air tahun 2026 yang digelar Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas).
Bobby menilai kehadiran aparatur desa dalam pelatihan kebencanaan sangat penting sebagai garda terdepan dalam upaya mitigasi dan penanganan bencana di daerah.
"Yang ini kepala desa ada yang bandel, ada yang enggak mau ikut," kata Bobby dalam sambutan di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa, 9 Juni 2026.
Baca Juga: Dari Rp2,3 Triliun Jadi Rp23,33 Triliun, Bobby Nasution Ungkap Perjuangan Naikan Dana R3P: Langsung Lapor Presiden Ia menyebut telah mengantongi daftar kepala desa yang tidak hadir dalam kegiatan tersebut. Bahkan, Bobby secara terbuka menyebut salah satu daerah asal peserta yang absen.
"Saya sebut saja daerahnya Langkat," ujarnya.
Selain kepala desa di Langkat, Bobby juga menyoroti adanya oknum lurah di Kota Medan yang disebut tidak kooperatif meski sudah dihubungi oleh panitia pelatihan.
"Padahal itu sudah ditelpon, tapi laporannya dia enggak mau ikut," kata Bobby.
Ia menegaskan nama-nama aparatur yang tidak mengikuti pelatihan akan dicatat sebagai bahan evaluasi.
"Nah, ini nama-namanya akan dicatat," ujarnya.
Di sisi lain, Bobby memberikan apresiasi kepada para kepala desa yang tetap hadir mengikuti pelatihan kebencanaan tersebut.
Menurutnya, partisipasi mereka sangat penting dalam memperkuat kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, terutama di wilayah rawan.
Sebagai bentuk penghargaan, Bobby menyatakan akan memberikan insentif khusus kepada peserta yang aktif mengikuti kegiatan tersebut.