MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang dapat dipicu aktivitas megathrust di wilayah barat Pulau Sumatera.
Pernyataan itu disampaikan Bobby usai memberikan pembekalan kepada peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Pasis Dikreg LV Sesko TNI TA 2026 di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Selasa, 9 Juni 2026.
Menurut Bobby, langkah paling penting dalam menghadapi ancaman bencana adalah memperkuat kesiapsiagaan masyarakat, termasuk memahami sistem peringatan dini yang dikeluarkan pemerintah maupun lembaga terkait.
Baca Juga: Terkesan dengan Performa Timnas U-19 Indonesia, John Herdman Ingin Saksikan Langsung di Sumut "Yang pertama tentu setiap peringatan yang disampaikan harus diperhatikan dengan baik. Kemudian simulasi-simulasi kebencanaan juga harus dipelajari, termasuk langkah penanggulangan saat terjadi bencana," kata Bobby.
Ia menekankan bahwa masyarakat yang tinggal di wilayah pesisir barat Sumatera Utara perlu memiliki pemahaman lebih terhadap risiko bencana, mengingat kawasan tersebut berada di dekat jalur pertemuan lempeng tektonik aktif.
Menurut dia, kondisi geografis tersebut membuat wilayah pantai barat Sumatera memiliki potensi terdampak gempa bumi besar maupun tsunami apabila terjadi aktivitas megathrust.
"Kalau lempengannya berada di sepanjang pantai barat Sumatera, tentu daerah-daerah di kawasan itu harus lebih waspada," ujarnya.
Bobby juga menyoroti pentingnya edukasi kebencanaan yang berkelanjutan, termasuk pemanfaatan kearifan lokal dalam mitigasi risiko bencana.
Ia menyebut, sejumlah rumah adat di Indonesia pada masa lalu dibangun dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan potensi bencana di wilayah masing-masing.
Menurut dia, rumah-rumah adat di kawasan pesisir umumnya dirancang menyesuaikan kondisi pasang surut air laut, sementara di daerah aliran sungai memiliki karakteristik berbeda sesuai kondisi alam setempat.
"Rumah adat biasanya dibangun dengan menyesuaikan kebutuhan masyarakat dan potensi alam di sekitarnya. Ini menjadi pelajaran penting yang akan kami kaji lebih lanjut," kata Bobby.
Ia menambahkan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan menerjemahkan arahan tersebut ke dalam berbagai program dan kebijakan daerah untuk memperkuat sistem mitigasi serta kesiapsiagaan bencana.