MEDAN – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, mengungkapkan sebanyak 41 korban bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Utara pada akhir 2025 hingga kini masih belum ditemukan.
Menurut Bobby, berdasarkan hasil pemantauan dan laporan di lapangan, para korban diduga hilang akibat terseret arus banjir bandang yang melanda sejumlah daerah terdampak.
"Masih ada 41 orang yang hilang dan belum ditemukan pasca-bencana beberapa waktu lalu. Dari hasil di lapangan, mereka kemungkinan besar terseret arus banjir bandang," kata Bobby saat acara di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Selasa, 9 Juni 2026.
Baca Juga: Terlibat di Berbagai Program Pemerintah, TNI Tegas Bantah Kebangkitan Dwifungsi Data Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menunjukkan bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir tahun lalu berdampak luas terhadap masyarakat.
Total warga terdampak mencapai 1.803.715 jiwa yang tersebar di 12 kabupaten dan kota.
Selain korban hilang, jumlah korban meninggal dunia akibat rangkaian bencana tersebut tercatat mencapai 375 orang.
"Untuk korban meninggal dunia sebanyak 375 jiwa. Ada 12 kabupaten yang menetapkan status darurat pada saat kejadian," ujar Bobby.
Kerusakan yang ditimbulkan bencana juga menyentuh hampir seluruh sektor infrastruktur dan pelayanan publik.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mencatat sebanyak 23.111 unit rumah mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan yang bervariasi, mulai dari ringan hingga berat.
Di sektor pendidikan, sebanyak 1.218 fasilitas pendidikan mengalami kerusakan.
Sementara itu, 119 fasilitas kesehatan terdampak bencana dan membutuhkan perbaikan.
Tak hanya itu, kerusakan juga terjadi pada infrastruktur transportasi dan layanan dasar masyarakat.