MEDAN - Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mengajak Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sumut memperkuat kolaborasi dalam memberantas peredaran narkoba. Bobby bahkan menegaskan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut siap memberikan dukungan anggaran guna memperkuat upaya penanganan narkotika di wilayah tersebut.
Komitmen itu disampaikan Bobby saat menerima audiensi Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho beserta jajaran di Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro, Medan, Selasa (2/6/2026).
Bobby menilai diperlukan langkah terpusat dan terukur untuk memutus jaringan peredaran narkoba, terutama di daerah yang selama ini menjadi pintu masuk utama penyelundupan maupun pusat peredaran gelap narkotika.
Baca Juga: MPM PWM Sumut Dampingi Petani Langkat Bertani Cabai "Saya ingin ada kolaborasi yang kuat dalam penuntasan narkoba. Kita perlu melakukan intervensi secara terpusat, khususnya di wilayah-wilayah yang menjadi titik masuk dan pusat peredaran narkoba," ujar Bobby.
Menurutnya, ancaman narkoba terhadap generasi muda semakin mengkhawatirkan. Selain semakin mudah diperoleh, harga narkoba juga dinilai makin terjangkau sehingga berpotensi menjangkau lebih banyak kalangan usia muda.
Sebagai langkah pencegahan, Pemprov Sumut berencana memperbanyak kegiatan positif bagi masyarakat di daerah rawan narkoba. Selain itu, edukasi mengenai bahaya narkoba akan terus diperkuat melalui berbagai program pemerintahan maupun kegiatan kemasyarakatan.
Meski demikian, Bobby mengakui masih terdapat sejumlah kendala, termasuk keterbatasan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi khusus dalam penanganan narkoba secara masif.
Karena itu, ia meminta BNNP Sumut menyusun program konkret yang dapat segera dijalankan bersama pemerintah daerah.
"Kita minta program yang jelas dan konkret dari BNNP. Soal anggaran, Pemprov Sumut akan berupaya membantu. Kita harus serius agar Sumut benar-benar bisa terbebas dari narkoba," tegasnya.
Sementara itu, Kepala BNNP Sumut Brigjen Pol Tatar Nugroho mengungkapkan bahwa Sumatera Utara hingga saat ini masih menjadi provinsi dengan jumlah pengguna narkoba tertinggi di Indonesia.
Menurut Tatar, dari sekitar 15 juta penduduk Sumut, sekitar 10 persen di antaranya tercatat sebagai pengguna narkoba. Penyebarannya pun kini tidak hanya terjadi di kawasan perkotaan, tetapi juga telah merambah hingga ke desa-desa.
"Sumatera Utara masih berada di peringkat pertama nasional dalam jumlah pengguna narkoba. Penyebarannya saat ini sudah sampai ke wilayah pedesaan," kata Tatar.