DELI SERDANG — Ratusan warga Desa Parguroan, Kecamatan Bangun Purba, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, menggeruduk Kantor Camat Bangun Purba dan rumah dinas camat pada Senin (1/6/2026) malam.
Massa menuntut Camat Bangun Purba Bobby Arianto dicopot dari jabatannya karena diduga tidak netral menjelang pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades).
Aksi tersebut dipicu dugaan keterlibatan Bobby Arianto bersama mantan Camat Bangun Purba, Marianto Irawadi, dalam aktivitas yang dianggap menguntungkan salah satu calon kepala desa pada masa tenang Pilkades.
Baca Juga: Pemprov Sumut Gelontorkan Rp12 Miliar untuk Revitalisasi SMA Negeri 20 Medan Berdasarkan informasi yang dihimpun, kemarahan warga muncul setelah sejumlah warga mengaku melihat langsung Bobby Arianto bersama calon kepala desa petahana berada di salah satu warung di Dusun IV pada Senin siang.
Dalam pertemuan itu, keduanya diduga mengajak warga memilih calon kepala desa nomor urut 1.
Tak hanya itu, beredar pula informasi mengenai pembagian mesin pompa air kepada warga yang semakin memicu kecurigaan dan protes dari pendukung calon kepala desa nomor urut 2.
Situasi memanas menjelang malam hari. Massa yang terus bertambah kemudian mendatangi kantor camat dan rumah dinas untuk mencari keberadaan Bobby Arianto.
Warga menilai seorang aparatur sipil negara harus bersikap netral dalam seluruh tahapan pemilihan kepala desa.
Untuk mengantisipasi kericuhan, aparat gabungan dari Polri, TNI, dan Satpol PP diterjunkan ke lokasi.
Kapolresta Deli Serdang Kombes Pol Hendria Lesmana bersama unsur Forkopimda, Inspektorat Kabupaten Deli Serdang, dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) turun langsung untuk meredam ketegangan.
Di tengah polemik tersebut, Bupati Deli Serdang dr. Asri Ludin Tambunan mengambil langkah cepat dengan menonaktifkan sementara Bobby Arianto dari jabatannya sebagai Camat Bangun Purba.
Inspektur Kabupaten Deli Serdang Edwin Nasution membenarkan keputusan tersebut.