ACEH TAMIANG – Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus memperkuat layanan air bersih bagi masyarakat dengan membangun Instalasi Pengolahan Air (IPA) baja pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Karang Baru di Kabupaten Aceh Tamiang. Proyek ini ditujukan untuk memastikan keberlanjutan suplai air bagi warga, termasuk fasilitas layanan publik penting seperti rumah sakit.
Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan aspek utama yang menjadi perhatian dalam pembangunan SPAM Karang Baru adalah keberlanjutan sumber air baku atau intake agar sistem tetap dapat beroperasi secara optimal, terutama saat musim kemarau.
Menurutnya, pembangunan IPA baja saat ini masih berjalan sesuai target. Namun, pemerintah tetap melakukan evaluasi terhadap kondisi sumber air untuk memastikan debit sungai tetap mencukupi ketika terjadi penurunan volume air.
Baca Juga: Cash Flow Kontraktor Seret, Menteri PU Gandeng Danantara Selamatkan Proyek Sekolah Rakyat "Pembangunan IPA baja saat ini sudah berproses. Namun kita harus memastikan sumbernya atau intake-nya memang terjaga. Saat musim kering nanti, debit air harus tetap mampu mendukung kebutuhan masyarakat," ujar Dody dalam keterangannya, Sabtu (30/5/2026).
Pembangunan SPAM Karang Baru merupakan bagian dari paket Penanganan SPAM Pasca Bencana di Aceh Utara, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, dan Gayo Lues dengan nilai kontrak mencapai Rp277,97 miliar. Proyek tersebut dikerjakan oleh Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan Aceh, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian PU bersama kontraktor pelaksana PT Adhi Karya (Persero) Tbk.
Selain pembangunan IPA baja dan bangunan intake, proyek ini juga mencakup pembangunan jaringan perpipaan distribusi, infrastruktur kawasan, bangunan pendukung, serta fasilitas penunjang lainnya.
Dody menilai progres pembangunan hingga saat ini masih berada di jalur yang sesuai dengan jadwal pelaksanaan. Meski demikian, beberapa aspek teknis masih perlu disempurnakan, termasuk pembangunan pintu air yang akan dilakukan pada tahap berikutnya.
"Progresnya sudah cukup baik dan sesuai target. Tinggal memastikan beberapa pekerjaan teknis agar sistem bisa berfungsi maksimal dalam jangka panjang," katanya.
Keberadaan SPAM Karang Baru diharapkan mampu memperkuat ketahanan layanan air minum pascabencana sekaligus meningkatkan akses masyarakat terhadap air bersih yang layak. Pemerintah juga menargetkan program sambungan rumah dapat menjangkau sekitar 10.000 kepala keluarga secara bertahap.
"Yang paling penting minimum suplai air tidak terganggu, terutama untuk layanan dasar seperti rumah sakit. Selanjutnya sambungan rumah akan disiapkan secara bertahap untuk masyarakat," ujar Dody.
Dengan pembangunan infrastruktur tersebut, pemerintah berharap kebutuhan air bersih masyarakat Aceh Tamiang dapat terpenuhi secara berkelanjutan dan mendukung peningkatan kualitas hidup warga di wilayah tersebut.*
(an/dh)