JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) akan tetap dilanjutkan pada tahun 2027. Pemerintah disebut telah menyiapkan anggaran sekaligus memperketat pengawasan pelaksanaan program tersebut agar berjalan efektif dan tepat sasaran.
Purbaya mengatakan, program MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang dinilai memiliki dampak besar terhadap peningkatan kualitas gizi masyarakat. Meski demikian, pelaksanaan di lapangan akan terus dievaluasi sesuai kondisi anggaran negara.
"MBG adalah program yang amat baik, hanya saja implementasinya harus terus ditingkatkan," ujar Purbaya, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: Timnas U-20 Indonesia Masuk Grup Neraka, Tantang Australia di Kualifikasi Piala Asia 2027 Menurutnya, Presiden juga terus merespons berbagai masukan terkait pelaksanaan program MBG. Salah satu penyesuaian yang dilakukan yakni pengurangan frekuensi pelaksanaan dari enam hari menjadi empat hari dalam sepekan demi menjaga efektivitas anggaran.
Purbaya menegaskan pemerintah tidak akan mentoleransi adanya penyalahgunaan anggaran dalam operasional Satuan Pelayanan Program Gizi (SPPG). Pengawasan terhadap penggunaan dana disebut akan diperketat untuk memastikan anggaran benar-benar digunakan untuk kebutuhan pokok program.
"Kita pastikan makanannya enggak berkurang dan SPPG-nya jumlahnya betul. Kalau ada belanja yang tidak jelas akan kita monitor dan bisa dipotong anggarannya," tegasnya.
Ia juga mengungkapkan pemerintah sebelumnya telah menutup sekitar 3.000 SPPG bermasalah guna mencegah potensi kebocoran anggaran negara.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk keseriusan pemerintah dalam menjaga tata kelola program MBG agar tetap transparan, efisien, dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat penerima program.
Pemerintah berharap program MBG ke depan dapat berjalan lebih optimal dan menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan kualitas kesehatan serta gizi masyarakat Indonesia.*
(mt/dh)