MEDAN – Pemerintah Provinsi Sumatera Utara menegaskan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) oleh aparatur sipil negara (ASN) harus tetap berlandaskan nilai dasar ASN BerAKHLAK.
Teknologi, menurut pemerintah, harus menjadi alat bantu dalam meningkatkan kualitas layanan publik, bukan menggantikan peran manusia dalam pengambilan keputusan.
Hal itu disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumut, Sulaiman Harahap, saat membuka Webinar Sesi VIII Tahun 2026 bertema Smart ASN: Kerja Cerdas dengan AI yang digelar Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumut secara daring dari Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (26/5/2026).
Baca Juga: Pemprov Sumut Gelontorkan Rp1,3 Triliun untuk Infrastruktur 2026, Fokus Pembangunan Jalan dan Jembatan Sulaiman mengapresiasi BPSDM Sumut yang dinilai konsisten menyediakan ruang pengembangan kompetensi ASN di tengah percepatan transformasi digital birokrasi.
Ia mengatakan teknologi AI telah mengubah cara kerja di berbagai sektor, termasuk pemerintahan, mulai dari pengolahan data, penyusunan dokumen, hingga mendukung pelayanan publik yang lebih cepat.
"AI dapat membantu meningkatkan efisiensi dan produktivitas kerja ASN, tetapi tidak boleh menggantikan tanggung jawab manusia dalam pengambilan keputusan," kata Sulaiman.
Meski demikian, ia mengingatkan adanya sejumlah risiko dalam penggunaan AI, seperti potensi kebocoran data, bias informasi, kesalahan analisis, hingga persoalan akuntabilitas keputusan.
Karena itu, ASN dinilai perlu memiliki literasi digital, kemampuan berpikir kritis, serta integritas dalam memanfaatkan teknologi tersebut.
Sulaiman menegaskan penggunaan AI harus sejalan dengan nilai ASN BerAKHLAK, yakni berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.
Ia juga meminta ASN menjaga keamanan data serta melakukan verifikasi terhadap informasi yang dihasilkan sistem berbasis AI.
Sementara itu, Kepala BPSDM Sumut, Agustinus, mengatakan webinar tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman ASN terhadap inovasi birokrasi dan pemanfaatan teknologi digital.
Menurut dia, penguatan kapasitas ASN menjadi kunci dalam menciptakan aparatur yang adaptif dan mampu mengikuti perkembangan teknologi.*