MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menyerahkan langsung hadiah kepada pemenang kompetisi desain logo Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Medan ke-436 di Atrium Plaza Medan Fair, Senin (25/5/2026).
Pemenang utama diraih desainer lokal bernama Rizki.
Dalam kesempatan itu, Rico sempat melontarkan candaan saat mengumumkan pemenang untuk menegaskan bahwa proses lomba berlangsung terbuka dan tidak melibatkan praktik "orang dalam".
Baca Juga: Sumut Bentuk 6.100 Koperasi Merah Putih, 98 Persen Sudah Terintegrasi Sistem Digital "Selamat sekali lagi untuk siapa namanya? Rizki? Nah, ini menunjukkan kita tidak saling mengenal ya. Bukan 'ordal' juga ya?" kata Rico yang disambut tawa peserta dan undangan.
Rico menegaskan kompetisi desain logo tahun ini memang dibuka untuk publik sebagai ruang ekspresi kreatif warga, bukan hasil penunjukan atau pesanan pihak tertentu.
"Logo ini tidak dibuat atau dipesan kepada satu company tertentu. Tapi dibangun oleh masyarakatnya. Ini wujud nyata semangat 'Semua untuk Medan'," ujarnya.
Menurut Rico, karya Rizki terpilih karena dinilai memiliki konsep filosofis yang kuat sekaligus siap diaplikasikan dalam berbagai kebutuhan visual pemerintah kota, termasuk supergraphic untuk media publikasi.
Logo tersebut, kata dia, akan segera digunakan dalam sejumlah agenda besar Pemerintah Kota Medan, termasuk Road to Piala AFF dan Rakernas APEKSI ke-18 tahun 2026, ketika Medan menjadi tuan rumah pertemuan wali kota se-Indonesia.
Rico juga menyinggung penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam desain lomba. Ia mengingatkan peserta untuk tetap menjaga orisinalitas karya.
"Dari sekitar 180 karya, ada beberapa yang terindikasi menggunakan AI. Saya titip, kalau buat logo jangan pakai AI," kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Medan M. Odi Anggia Batubara menyebut kompetisi tahun ini diikuti sekitar 180 peserta dan melalui proses seleksi ketat hingga tersisa 10 besar sebelum akhirnya ditentukan pemenang oleh wali kota.
Menurut Odi, logo terpilih mengusung konsep angka yang saling terhubung sebagai simbol kesinambungan, dengan elemen visual yang menggambarkan Kota Medan sebagai kota yang tangguh dan terus berkembang.