MEDAN – Dinas Kesehatan Sumatera Utara (Dinkes Sumut) tahun ini melakukan renovasi terhadap 21 puskesmas yang tersebar di 17 kabupaten.
Program ini ditujukan untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan, terutama di wilayah terpencil.
Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut, Hamid Rijal Lubis, mengatakan renovasi ini merupakan bagian dari tindak lanjut program layanan kesehatan berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) atau Universal Health Coverage (UHC) yang memungkinkan masyarakat berobat gratis menggunakan KTP.
Baca Juga: Heboh! Karangan Bunga di Kejari Deli Serdang Bongkar Dugaan Skandal Perselingkuhan, Pelantikan 28 CPNS Mendadak Ditunda "Ini tindak lanjut dari program kita, setelah Sumut bisa berobat gratis pakai KTP, kita mulai membenahi puskesmas. Tahun ini ada 21 puskesmas yang direnovasi dan ditargetkan rampung tahun ini," kata Hamid, Senin (25/5/2026).
Sejumlah kabupaten yang masuk dalam program renovasi tersebut antara lain Asahan, Dairi, Deli Serdang, Humbang Hasundutan, Karo, Labuhan Batu, Labuhan Batu Selatan, Mandailing Natal, Nias Barat, Nias Utara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Pakpak Bharat, Samosir, Serdang Bedagai, Tapanuli Tengah, dan Tapanuli Utara.
Hamid menjelaskan, puskesmas yang direnovasi akan ditingkatkan fasilitasnya, termasuk penyediaan ruang rawat inap dengan kapasitas sekitar 10 tempat tidur di masing-masing puskesmas.
Selain itu, beberapa fasilitas juga akan dilengkapi dengan ruang layanan dokter spesialis.
"Kita lakukan perbaikan secara bertahap. Nantinya ada ruang rawat inap dan beberapa fasilitas pendukung lainnya. Untuk SDM akan menjadi kewenangan kabupaten," ujarnya.
Namun, dalam daftar 17 kabupaten tersebut, Kabupaten Tapanuli Selatan tidak termasuk dalam program renovasi puskesmas tahun ini.
Padahal sebelumnya, wilayah ini menjadi sorotan publik setelah viral kasus seorang ibu hamil yang harus ditandu sejauh puluhan kilometer untuk mendapatkan layanan medis, dan bayinya dilaporkan meninggal dunia dalam perjalanan.
Terkait tidak masuknya Tapanuli Selatan dalam program renovasi, Hamid tidak memberikan penjelasan rinci. Ia hanya menegaskan bahwa program renovasi tetap berjalan sesuai perencanaan.
"Target kita 21 puskesmas selesai tahun ini dan mulai beroperasi tahun depan. Untuk teknis anggaran menggunakan sistem kolaborasi, dan detailnya akan diumumkan setelah disepakati," katanya.