MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus memperluas kerja sama bilateral dengan Jepang dalam bidang peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan penyaluran tenaga kerja.
Kerja sama tersebut diharapkan membuka peluang lebih besar bagi tenaga kerja asal Sumut untuk bekerja sekaligus memperoleh transfer teknologi dan pengalaman industri modern di Jepang.
Hal itu disampaikan Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, saat menerima kunjungan perwakilan perusahaan Jepang OSIN Techno Co Ltd, Ota Keizo, di Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, Jumat, 22 Mei 2026.
Baca Juga: Pemkab Simalungun Gelar MTQ Ke-52, Bupati Anton: Al-Qur’an Jadi Fondasi Generasi Bermartabat Menurut Sulaiman, kerja sama tersebut menjadi peluang penting untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja Sumut melalui pengenalan sistem otomasi dan manajemen industri modern yang diterapkan di Jepang.
"Kita berharap ada transfer teknologi sehingga terjadi penambahan wawasan SDM Sumut. Pekerja bisa mempelajari sistem otomasi dan manajemen industri modern di Jepang," ujar Sulaiman.
Ia menilai hubungan bilateral dengan perusahaan Jepang dapat membantu pemerintah daerah dalam memperkuat kualitas tenaga kerja yang siap bersaing di pasar global.
Sementara itu, Ota Keizo mengatakan hubungan kerja sama antara Jepang dan Indonesia telah berlangsung lama.
Perusahaannya, kata dia, juga telah banyak menerima tenaga kerja asal Indonesia.
Menurut Ota, tenaga kerja asal Sumatera Utara dikenal memiliki etos kerja yang baik dan disiplin.
"Tenaga kerja asal Sumut dikenal sangat baik dan rajin. Kami berharap jumlah tenaga kerja dari Sumatera lebih banyak seperti tenaga kerja dari Jawa dan Bali," kata Ota.
Ia mengungkapkan saat ini sektor pertanian di Jepang membutuhkan tambahan tenaga kerja dari Indonesia, terutama untuk wilayah dengan karakteristik pertanian yang mirip kawasan Hokkaido.
Selain melalui program pemagangan, Ota menyebut kini tersedia jalur resmi lain bagi tenaga kerja Indonesia untuk bekerja di Jepang melalui program pekerja ahli terampil.