MEDAN – Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya menekankan pentingnya integritas, loyalitas, disiplin, dan etika dalam membangun kepemimpinan yang kuat dan dipercaya masyarakat.
Hal itu disampaikan Surya saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XII Tahun 2026 di Aula Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Sumatera Utara, Medan, Kamis, 21 Mei 2026.
Dalam ceramah bertajuk "Integritas Pemimpin", Surya mengatakan integritas merupakan pondasi utama bagi seorang pemimpin dalam menjalankan amanah dan mengambil keputusan yang benar.
Baca Juga: JAM Intel Kejagung Gandeng SMSI dan ABPEDNAS Awasi Program JAGA DESA hingga MBG "Integritas adalah pondasi kita untuk menjadi pemimpin yang bisa mengambil keputusan yang benar dan kemampuan menjaga amanah di tengah kewenangan dan kekuasaan yang dimiliki," ujar Surya.
Menurut dia, tantangan terbesar dalam kepemimpinan ialah melakukan perubahan, terutama mengubah kebiasaan buruk menjadi lebih baik.
Ia menilai perubahan tidak bisa dilakukan secara instan karena menyangkut pola pikir dan karakter seseorang.
"Bicara integritas berarti bicara perubahan. Paling sulit di dunia ini adalah mengubah kebiasaan. Mengubah yang baik menjadi jelek itu mudah, tetapi mengubah yang jelek menjadi baik itu sulit," kata dia.
Dalam kesempatan tersebut, Surya juga membagikan perjalanan kariernya di dunia birokrasi dan politik.
Ia mengawali karier sebagai guru, kemudian menjadi anggota DPRD Asahan, Ketua DPRD Batubara, Wakil Bupati, Bupati, hingga dipercaya menjabat Wakil Gubernur Sumatera Utara.
Menurut Surya, jabatan bukanlah tujuan utama dalam pengabdian, melainkan sarana untuk memberi manfaat dan teladan kepada masyarakat.
Ia juga mengingatkan para peserta pelatihan mengenai pentingnya menjaga etika, tutur kata, serta sikap dalam menjalankan tugas pemerintahan.
Seorang pemimpin, kata dia, harus memiliki dedikasi dan mampu menghargai orang lain.