MEDAN - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berencana melakukan revitalisasi terhadap SMA Negeri Unggulan Sukma Nias yang berlokasi di Kota Gunungsitoli.
Proyek tersebut tercatat memiliki nilai anggaran mencapai Rp 88 miliar yang bersumber dari APBD Sumut 2026.
Informasi tersebut terungkap melalui laman Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) Sumut dengan kode tender 10123000000.
Baca Juga: KPK Temukan Celah Korupsi dalam Tata Kelola Program MBG, Dorong Penerbitan Perpres Dalam dokumen pengadaan, proyek tersebut tercantum dengan nama "Revitalisasi SMAN Unggulan Sukma Nias" di bawah naungan Dinas Pendidikan Sumut.
"Nilai Pagu Paket: Rp 88.448.819.000, Nilai HPS Paket: Rp 88.448.818.937,56," demikian tertulis dalam sistem SPSE yang dikutip, Kamis (21/5/2026).
Dalam proses tender, proyek tersebut dimenangkan oleh PT Razasa Karya yang berbasis di Kota Medan.
Perusahaan itu mengajukan penawaran senilai Rp 87.340.621.789,12 atau sekitar Rp 87 miliar.
Revitalisasi ini merupakan bagian dari pengembangan fasilitas pendidikan di wilayah kepulauan Nias.
Sebelumnya, Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution telah melakukan serah terima aset SMA Unggulan Sukma Nias dari Pemerintah Kota Gunungsitoli kepada Pemprov Sumut pada tahun lalu.
Aset yang dialihkan mencakup lahan seluas 9.509 meter persegi serta satu ruas jalan yang berada di sekitar area sekolah.
Dalam keterangannya, Bobby menyebut Pemprov Sumut akan mengembangkan sekolah tersebut menjadi SMA Plus unggulan yang dilengkapi berbagai fasilitas penunjang pendidikan.
"Kita akan berupaya membuatnya menjadi SMA Plus seperti SMA Plus unggulan lain yang ada di Sumut, kita akan bangun laboratorium, fasilitas olahraga, ruang kelas, rusun untuk guru, dan fasilitas lainnya, termasuk tenaga pendidik," kata Bobby Nasution, Sabtu (14/6/2026).