MEDAN – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution mempromosikan posisi strategis Sumatera Utara sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat kepada Duta Besar Australia untuk Indonesia, Rod Brazier.
Pertemuan berlangsung di Kantor Gubernur Sumut, Medan, Selasa (12/5/2026).
Dalam pertemuan tersebut, BobbyNasution menekankan letak geografis Sumatera Utara yang berada di jalur strategis Selat Malaka, yang dinilai membuka peluang besar bagi investasi, perdagangan, dan kerja sama internasional, termasuk dengan Australia.
Baca Juga: Usai Tragedi ALS, Pemprov Sumut Batasi Usia Bus AKAP Maksimal 25 Tahun "Sumatera Utara memiliki posisi geografis yang strategis sebagai pintu gerbang Indonesia bagian barat melalui Selat Malaka. Kondisi ini membuka banyak peluang investasi, perdagangan, dan kerja sama internasional, termasuk dengan Australia," ujar Bobby Nasution.
Selain aspek geografis, Bobby juga memaparkan capaian pertumbuhan ekonomi Sumatera Utara pada 2025 yang tercatat sebesar 4,53 persen.
Ia mengatakan pemerintah daerah terus menjaga momentum pertumbuhan melalui penguatan sektor-sektor strategis.
Sektor pertanian dan perkebunan, terutama kelapa sawit, disebut masih menjadi tulang punggung ekonomi daerah.
Pemprov Sumut, kata Bobby, mendukung kebijakan hilirisasi yang dicanangkan pemerintah pusat untuk meningkatkan nilai tambah komoditas tersebut.
"Pemerintah pusat telah menetapkan kebijakan hilirisasi kelapa sawit. Produk CPO tidak hanya diekspor, tetapi juga harus diolah di dalam negeri agar memberikan nilai tambah bagi masyarakat dan daerah," kata Bobby Nasution.
Pertemuan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat Pemprov Sumut, di antaranya Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Basarin Yunus Tanjung, Kepala Dinas Kominfo Sumut Erwin Hotmansah Harahap, Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Energi dan Sumber Daya Mineral Dedi Jaminsyah Putra, serta Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga.*
(ad)