MEDAN - Anggota Komisi XIII DPR RI, Maruli Siahaan melakukan kunjungan kerja ke Lapas Kelas I Medan Tanjung Gusta untuk meninjau pelayanan warga binaan, pengawasan lapas hingga kesiapan pelaksanaan program Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kunjungannya, Maruli menyoroti kondisi over kapasitas penghuni lapas yang dinilai perlu segera mendapat perhatian pemerintah. Menurutnya, solusi seperti remisi maupun pengurangan masa tahanan bagi warga binaan yang memenuhi syarat perlu didorong agar kapasitas lapas kembali normal.
"Kita lihat memang over kapasitas. Ini nanti harus kita dorong bagaimana warga binaan yang sudah memenuhi syarat bisa mendapatkan remisi atau pengurangan supaya kapasitas bisa kembali normal," ujar Maruli, Rabu (13/5/2026).
Baca Juga: Kunjungi Lapas Kelas I Medan, Maruli Siahaan Pastikan Program MBG Berjalan Sesuai Aturan Pemerintah Maruli juga mengapresiasi pembinaan yang dilakukan pihak lapas terhadap warga binaan. Ia menilai program pembinaan rohani hingga pelatihan keterampilan berjalan cukup baik.
Menurutnya, kerja sama Lapas Kelas I Medan dengan Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi langkah positif, terutama dalam pelatihan penanganan pertama bagi warga binaan ketika terjadi kondisi darurat kesehatan di dalam lapas.
"Pembinaan rohani berjalan baik, termasuk pelatihan-pelatihan untuk warga binaan. Tadi juga ada kerja sama dengan PMI untuk pelatihan penanganan pertama kalau ada warga binaan sakit atau cedera," katanya.
Selain itu, Maruli turut meninjau fasilitas klinik dan dapur lapas. Ia menyebut kondisi kebersihan lapas cukup baik, meski ada beberapa fasilitas dapur yang masih perlu dibenahi.
"Nanti kita sarankan kepada Kalapas supaya diajukan ke kementerian terkait kekurangan peralatan dapur agar bisa segera dilengkapi," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Lapas Kelas I Medan, Fanika Affandi menegaskan pihaknya terus memperketat pengawasan di lingkungan lapas, termasuk dalam menangani kasus penipuan digital seperti love scamming.
Menurut Fanika, pihak lapas telah menerapkan sejumlah langkah pengawasan, termasuk peluncuran aplikasi Simwas Pim atau Sistem Pengawasan Pimpinan.
"Kami sudah melaksanakan pengawasan ketat di lapangan dan menerapkan aplikasi Simwas Pim untuk memperkuat sistem pengawasan secara berjenjang," jelas Fanika.
Terkait program MBG, Fanika menyebut pihaknya masih melakukan pembahasan terkait titik lokasi dapur SPPG di kawasan Tanjung Gusta karena harus menyesuaikan aturan jarak antar dapur MBG.