MEDAN - Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Sulaiman Harahap, menekankan pentingnya penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Belanda, khususnya dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dalam berbagai sektor strategis, mulai dari investasi, pendidikan hingga pengembangan sumber daya manusia.
Hal itu disampaikan Sulaiman Harahap saat menghadiri acara Dinner Reception Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Medan yang baru, Firsal Ferial Mutyara, di Diamond Ballroom, Cambridge Hotel Medan, Selasa (12/5/2026) malam.
Dalam sambutannya, Sulaiman menyebut Sumatera Utara merupakan provinsi strategis dengan potensi besar di sektor pertanian, perkebunan, industri pengolahan hingga maritim. Karena itu, Pemprov Sumut membuka peluang kolaborasi dengan Belanda yang dinilai memiliki keunggulan dalam teknologi pengelolaan air, pertanian modern serta energi terbarukan.
Baca Juga: Bobby Nasution Percepat Program Puskesmas Rawat Inap usai Ibu Hamil Ditandu 30 Kilometer di Tapsel "Kami membuka diri terhadap berbagai peluang investasi yang memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat. Pengalaman Belanda dalam inovasi berkelanjutan sangat berharga untuk kita kolaborasikan bersama," ujar Sulaiman.
Ia juga menyampaikan ucapan selamat kepada Firsal Ferial Mutyara atas pelantikannya sebagai Konsul Kehormatan Kerajaan Belanda untuk Medan. Sulaiman meyakini kehadiran Firsal dapat memperkuat hubungan kerja sama antara Sumatera Utara dan Belanda di berbagai bidang.
"Atas nama Pemerintah Provinsi dan masyarakat Sumatera Utara, kami mengucapkan selamat dan sukses kepada Bapak Firsal Ferial Mutyara. Kami berharap kehadiran Konsul Kehormatan ini menjadi penghubung aktif dalam membangun komunikasi di bidang perdagangan, investasi, pendidikan hingga pariwisata," katanya.
Sementara itu, Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Kerajaan Belanda di Jakarta, Adriaan Palm, menyampaikan optimismenya terhadap hubungan kerja sama Indonesia dan Belanda, khususnya di sektor ketahanan pangan dan keberlanjutan.
Ia menilai kolaborasi kedua pihak diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi positif bagi masyarakat kedua negara, termasuk dalam pengembangan energi hijau dan produksi berkelanjutan.
Di sisi lain, Firsal Ferial Mutyara menegaskan komitmennya untuk menjadi penghubung aktif dalam membangun kolaborasi bisnis, pendidikan, hingga pertukaran budaya antara Sumut dan Belanda.
"Fokus utama kami ke depan adalah menjadi jembatan yang efektif bagi kolaborasi bisnis, pendidikan, serta pertukaran budaya. Kami ingin memastikan hubungan ini memberikan nilai tambah yang nyata bagi masyarakat Sumatera Utara," ujar Firsal.
Acara tersebut turut dihadiri jajaran perwakilan kedutaan besar, pelaku usaha dari berbagai sektor, serta tokoh masyarakat Sumatera Utara.*
(dh)