MEDAN - Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas turun langsung meninjau kerusakan jalan di Kecamatan Medan Marelan, Kota Medan, Sumatera Utara, usai menunaikan salat Jumat, Jumat, 8 Mei 2026.
Kunjungan lapangan itu dilakukan untuk memastikan penanganan infrastruktur yang selama ini dikeluhkan warga.
Peninjauan tersebut menyasar tiga titik jalan yang mengalami kerusakan, yakni Jalan Jala 20 di Kelurahan Rengas Pulau, serta Jalan Pasar Nipon Gang Musala dan Jalan Takenaka di Kelurahan Paya Pasir.
Baca Juga: BMKG: Puncak Musim Kemarau di Medan Diprediksi Terjadi Juni–Juli 2026, Warga Diminta Hemat Air Ketiga ruas jalan itu disebut kerap mengganggu mobilitas warga, terutama saat kondisi hujan.
Di lokasi pertama, Jalan Jala 20, Wali Kota menginstruksikan perbaikan dengan metode penambalan (patching) sepanjang sekitar satu kilometer untuk mempercepat pemulihan akses lalu lintas.
Sementara untuk dua titik lainnya, pemerintah kota memutuskan melakukan pembetonan total.
Rico Waas menilai kerusakan di Gang Musala dan Jalan Takenaka sudah masuk kategori berat sehingga membutuhkan penanganan permanen.
Proyek pembetonan itu dijadwalkan mulai dikerjakan pada Mei 2026.
"Kondisinya sudah sangat parah. Ini bukan sekadar urusan aspal, ini akses masa depan anak-anak kita. Saya tidak mau mereka bertaruh nyawa hanya untuk berangkat sekolah. Bulan ini juga, Gang Musala dan Jalan Takenaka harus dibeton," kata Rico di hadapan warga.
Menurut dia, pembangunan infrastruktur di kawasan permukiman dan akses pendidikan harus memiliki daya tahan jangka panjang agar penggunaan anggaran daerah dapat dirasakan manfaatnya secara berkelanjutan.
Rico menambahkan, langkah cepat ini merupakan bagian dari upaya memperbaiki kualitas layanan dasar perkotaan, terutama jalan lingkungan yang selama ini menjadi keluhan utama warga di sejumlah kawasan Medan.
Bagi warga setempat, kehadiran langsung kepala daerah ke lokasi kerusakan jalan dinilai sebagai respons cepat atas laporan yang selama ini disampaikan.*