GUNUNGSITOLI — Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program Karya Bakti Skala Besar TNI Angkatan Darat di wilayah Kepulauan Nias.
Program tersebut diharapkan mampu mempercepat pembangunan infrastruktur dan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat di kawasan yang masih berstatus daerah tertinggal itu.
Pernyataan tersebut disampaikan Bobby usai memimpin upacara pembukaan Karya Bakti Skala Besar TNI AD di Lapangan Pelita, Rabu, 6 Mei 2026.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Kamis 7 Mei 2026: Sebagian Besar Wilayah Diguyur Hujan "Harapannya tentunya Kepulauan Nias ini segera keluar dari kategori daerah tertinggal. Kita tahu Kepulauan Nias masih ada kategori daerah tertinggal, dan ini diharapkan mempercepat pembangunan infrastruktur dan fisik lainnya sehingga masyarakat bisa segera lebih sejahtera," kata Bobby.
Pembukaan program ditandai dengan pemukulan gong oleh Bobby Nasution sebagai simbol dimulainya kegiatan Karya Bakti Skala Besar di wilayah Kepulauan Nias.
Program Karya Bakti Skala Besar merupakan agenda nasional yang dijalankan TNI Angkatan Darat di sejumlah daerah di Indonesia.
Program tersebut merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat pembangunan wilayah, khususnya di daerah yang masih menghadapi keterbatasan infrastruktur dasar.
Sejumlah kegiatan fisik akan dilaksanakan dalam program tersebut, di antaranya pembangunan jembatan, pembuatan sumur bor, hingga pembangunan fasilitas penunjang masyarakat lainnya.
Pangdam I/Bukit Barisan Hendy Antariksa mengatakan program itu mendapat dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.
"Selain mendapat dukungan pusat, kami juga didukung sepenuhnya oleh bapak Gubernur Sumut. Beberapa titik sasaran fisik mendapat dukungan dari Pemprov serta seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Nias," ujar Hendy.
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berharap sinergi antara TNI dan pemerintah daerah dapat mempercepat pemerataan pembangunan di wilayah kepulauan, sekaligus membuka akses ekonomi dan pelayanan dasar bagi masyarakat di Nias.*