MEDAN — Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan komitmennya untuk mempercepat implementasi proyek Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang sebagai bagian dari upaya menghadirkan sistem transportasi massal yang modern dan efektif di ibu kota Provinsi Sumatera Utara.
Komitmen tersebut disampaikan Rico Waas saat bertemu dengan jajaran Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, serta perwakilan World Bank di Balai Kota Medan, Selasa, 5 Mei 2026.
"Proyek ini bukan sekadar rencana di atas kertas, melainkan bagian dari visi misi saya untuk membangun sistem transportasi yang efektif dan modern di Kota Medan," kata Rico.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Rabu 6 Mei 2026: Seluruh Wilayah Diguyur Hujan Ia mengungkapkan, saat ini Kota Medan masih membutuhkan tambahan armada dalam jumlah besar guna mendukung operasional BRT.
Dari 60 unit bus yang telah tersedia, pemerintah kota memperkirakan kebutuhan tambahan mencapai 183 unit bus.
"Saat ini kita punya 60 bus eksisting, namun kita butuh 183 bus lagi. Kami akan menghitung secara matang dan pengadaannya dilakukan bertahap agar pelayanan maksimal," ujarnya.
Rico juga menyoroti potensi dampak pembangunan infrastruktur terhadap lalu lintas kota. Menurut dia, Pemerintah Kota Medan telah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memetakan titik-titik rawan kemacetan selama proses pembangunan berlangsung.
"Kami akan terus berkoordinasi agar ada solusi terhadap potensi kemacetan yang muncul selama pembangunan BRT," katanya.
Sebagai proyek strategis dan percontohan, Rico berharap dukungan penuh dari masyarakat agar pelaksanaan BRT Mebidang dapat berjalan lancar dan selesai tepat waktu.
Sementara itu, Kasubbid Angkutan Perkotaan Ditjen Perhubungan Darat, Andi Faizah Arsal, menyatakan bahwa Kota Medan dinilai siap menjadi pilot project pembangunan BRT.
Ia menyebut sejumlah aspek penting telah dibahas, termasuk skema pendanaan, pembagian tanggung jawab, dan target penyelesaian proyek.
"Kota Medan harus bisa menjadi kota percontohan bagi daerah lain," ujarnya.