DELI SERDANG – Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyentil kinerja BPJS Kesehatan dalam sambutannya pada peringatan Hari Buruh Internasional 2026 di Gedung Serbaguna Pemerintah Provinsi Sumut, Jumat, 1 Mei 2026.
Pernyataan itu muncul saat Bobby merespons aspirasi buruh yang menilai peran BPJS Kesehatan belum optimal.
Dalam suasana santai, Bobby sempat menanyakan kontribusi lembaga tersebut dalam kegiatan peringatan Hari Buruh.
Baca Juga: May Day 2026, Wali Kota Rico Waas Beberkan 11 Janji untuk Kesejahteraan Buruh Medan "BPJS katanya, BPJS Kesehatan, mana BPJS Kesehatan ini? Enggak jelas? Oo BPJS Kesehatan nggak jelas, Bu?" kata Bobby, mengulang pernyataan perwakilan buruh.
Bobby kemudian mengungkapkan kritiknya terhadap mekanisme kerja BPJS Kesehatan yang dinilai lebih banyak membebankan pemerintah daerah.
Ia menyebut, lembaga tersebut kerap datang ke kepala daerah dengan membawa berbagai aturan untuk menambah peserta.
Menurut dia, konsekuensi dari kebijakan itu adalah meningkatnya beban anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD), sementara peran BPJS Kesehatan dinilai belum sebanding.
"Otomatis APBD kita keluar untuk bayar mereka, mereka ongkang-ongkang kaki saja," ujarnya.
Selain itu, Bobby juga menyoroti adanya pembatasan layanan kesehatan yang ditanggung.
Ia menilai syarat administrasi semakin kompleks, namun cakupan layanan justru dinilai menyempit.
"Sudah lah syaratnya banyak, menu-menunya makin dibatasi. Ini perlu disuarakan juga," kata Bobby.
Dalam kesempatan tersebut, Bobby meminta para kepala daerah di Sumatera Utara untuk turut menyuarakan persoalan tersebut agar mendapat perhatian lebih luas, baik untuk kepentingan buruh maupun masyarakat umum.