ASAHAN — Wakil Bupati Asahan Rianto melakukan inspeksi mendadak ke gudang penyimpanan dan bongkar muat kayu karet di Desa Suka Dame, Kecamatan Pulau Bandring, Kamis, 30 April 2026.
Sidak dilakukan menyusul keluhan warga terkait lalu lintas truk tronton bermuatan berat yang melintasi jalan desa.
Dalam kunjungan tersebut, Rianto terlihat meninjau langsung aktivitas bongkar muat dan mendapati sembilan truk tronton dalam kondisi siap berangkat serta dua unit lainnya masih dalam proses pemuatan.
Baca Juga: Wabup Asahan Salurkan Bantuan Pangan untuk 90 Ribu Warga, Tekankan Ketahanan dan Kesejahteraan Ia menyoroti tidak seimbangnya kapasitas jalan dengan beban kendaraan yang melintas.
Jalan desa yang baru diperbaiki disebut hanya memiliki kapasitas sekitar delapan ton, sementara truk yang beroperasi membawa muatan hingga sekitar 30 ton.
"Jalan ini hanya memiliki kapasitas delapan ton, baru ini kami perbaiki. Ini saya tanya sama supir-supir ini muatannya 30 ton. Kau kepala desa gimana? Kalau kau ga sanggup, kau bilang ke Camat. Kalau camat ga sanggup, lapor ke Bupati," ujar Rianto saat menelpon kepala Desa Suka Dame di lokasi.
Dalam sidak tersebut, Rianto juga mempertanyakan tidak hadirnya Camat Pulau Bandring dan Kepala Desa Suka Dame.
Hanya perangkat desa dan sekretaris kecamatan yang hadir memberikan penjelasan.
Rianto menegaskan aktivitas usaha kayu tidak menjadi persoalan, namun harus mengikuti ketentuan infrastruktur yang ada agar tidak merugikan masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa kerusakan jalan akibat kendaraan over tonase akan berdampak langsung pada warga sekitar.
"Ini kalau jalan rusak, siapa yang mau tanggung jawab? Warga mu itu mengeluh," katanya.
Sebagai solusi, Rianto meminta agar aktivitas bongkar muat dipindahkan ke gudang kargo Terminal Madya Kisaran yang dinilai lebih memadai.