MEDAN — Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendorong mahasiswa untuk berani bercita-cita menjadi pemimpin masa depan.
Ajakan itu disampaikan dalam kegiatan bedah buku "Babad Alas" karya Bima Arya di Gedung Digital Learning Center Universitas Sumatera Utara, Kamis, 30 April 2026.
Kegiatan tersebut dihadiri penulis buku Bima Arya beserta istri, Rektor USU Muryanto Amin, serta ratusan mahasiswa, khususnya dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP).
Baca Juga: Rumah Tahfidz Qur’an Amaliyah Resmi Berdiri di Kisaran Timur, Bukti Sinergi Polri dan Pemda Cetak Generasi Qur’ani Rico menilai buku "Babad Alas" bukan sekadar autobiografi, melainkan refleksi perjalanan kepemimpinan yang dapat menjadi rujukan bagi generasi muda.
"Bangsa ini membutuhkan pemimpin-pemimpin yang baik, dan itu ada pada kalian. Masa depan negara ada di tangan anak muda," kata Rico dalam sambutannya.
Sementara itu, Bima Arya dalam pemaparannya menekankan bahwa seorang pemimpin harus memiliki ideologi yang kuat sebagai dasar dalam mengambil keputusan.
Tanpa ideologi, kata dia, pemimpin mudah berubah arah dan kehilangan konsistensi.
Ia menyebut ideologi kepemimpinannya terbentuk dari sejumlah tokoh, antara lain Soe Hok Gie, Arief Budiman, Nurcholish Madjid, hingga Abdurrahman Wahid, yang membentuk pandangannya tentang keberagaman dan integritas.
Bima juga menekankan pentingnya strategi dalam kepemimpinan, salah satunya konsep "mencicil harapan", yakni menghadirkan perubahan secara bertahap agar masyarakat merasakan dampak nyata sejak awal kepemimpinan.
"Pemimpin adalah agen harapan yang harus dikelola secara bertahap," ujarnya.
Selain itu, ia menyoroti pentingnya kemampuan mengelola kepentingan berbagai pihak serta membangun dukungan politik dari berbagai lapisan masyarakat, mulai dari akar rumput hingga elite.
Diskusi berlangsung interaktif dengan antusiasme mahasiswa yang tinggi.