MEDAN – Pemerintah Kota Medan terus mempercepat pembangunan Proyek Strategis Nasional (PSN) Bus Rapid Transit (BRT) Mebidang yang menghubungkan Medan, Binjai, dan Deli Serdang (Mebidang).
Sejumlah titik pembangunan di Kota Medan saat ini masih terlihat dalam tahap pengerjaan dengan area proyek yang ditutup seng, seiring berjalannya konstruksi sistem transportasi massal tersebut.
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, menegaskan pentingnya kepastian jadwal penyelesaian proyek agar masyarakat dapat melihat progres nyata pembangunan transportasi publik di kawasan Mebidang.
Baca Juga: Polda Sumut Ungkap 22 Kg Sabu di Parkiran Mal Medan Sunggal, Disembunyikan dalam Tangki Mobil Dimodifikasi "Keberadaan jadwal yang jelas sangat penting. Masyarakat harus tahu kapan proyek ini selesai," ujar Rico Waas dalam rapat bersama Ditjen Perhubungan, Selasa (28/4/2026).
Proyek BRT Mebidang yang didukung pembiayaan Bank Dunia ini ditargetkan rampung pada Juni 2027.
Saat ini, pengerjaan telah memasuki tahap pelaksanaan lima paket pekerjaan di berbagai titik.
Sistem BRT Mebidang nantinya akan menghubungkan kawasan strategis di Kota Medan dengan wilayah penyangga seperti Binjai dan Deli Serdang.
Layanan ini akan didukung hingga 273 unit armada bus dengan waktu tunggu sekitar 15 menit.
Direktur Angkutan Jalan Ditjen Perhubungan Darat, Muiz Thohir, menjelaskan bahwa sistem ini juga akan dilengkapi teknologi Intelligent Transport System (ITS) dan Area Traffic Control System (ATCS) untuk mendukung kelancaran lalu lintas.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan fasilitas pendukung seperti depo bus serta integrasi dengan angkutan pengumpan (feeder) yang menjangkau kawasan permukiman warga.
Rico Waas menegaskan bahwa pembangunan BRT Mebidang bukan sekadar proyek infrastruktur, tetapi bagian dari upaya mengubah pola mobilitas masyarakat dari kendaraan pribadi ke transportasi umum yang lebih efisien dan ramah lingkungan.
Ia juga meminta Kementerian Perhubungan segera menyerahkan rincian kebutuhan teknis agar Pemko Medan dapat mempercepat tindak lanjut di lapangan.