MEDAN — Wali Kota Rico Tri Putra Bayu Waas merespons kritik tajam yang dilontarkan Ketua Panitia Khusus (Pansus) LKPj DPRD Kota Medan, Godfried Effendy Lubis, yang menilai kinerjanya buruk dan gagal dalam memimpin kota.
Rico mengatakan, pemerintah kota telah berupaya maksimal dalam menjalankan program pembangunan.
Ia juga menyebut kritik yang disampaikan DPRD sebagai bagian dari dinamika komunikasi antara legislatif dan eksekutif.
Baca Juga: Momen Bersejarah, UNA Lahirkan Guru Besar Pertama Setelah 40 Tahun Berdiri "Kita sudah berusaha yang terbaik. Terima kasih atas saran dan masukan dari DPRD. Ini bentuk komunikasi dua arah yang baik untuk membangun Medan bersama-sama," kata Rico, Selasa, 28 April 2026.
Ia menjelaskan, sejumlah program telah dijalankan, termasuk penanganan banjir yang menurutnya sudah memiliki perencanaan.
Selain itu, Rico menyebut pertumbuhan ekonomi Kota Medan mencapai 6,5 persen, sebagaimana disampaikan pemerintah pusat dalam forum perencanaan pembangunan daerah.
Menanggapi tudingan minim inovasi, Rico mencontohkan peluncuran sistem Qresto (Quick Response Electronic Splitting System for Tax Optimization).
Sistem ini memungkinkan pembayaran pajak restoran dilakukan secara otomatis melalui transaksi digital.
"Ini inovasi baru, bahkan disebut pertama di Indonesia. Pembayaran menggunakan QRIS langsung masuk ke kas daerah," ujarnya.
Sebelumnya, Godfried Effendy Lubis menyampaikan kritik keras terhadap kinerja Rico usai rapat paripurna penyampaian LKPj Tahun Anggaran 2025 di DPRD Medan.
Ia menilai Wali Kota tidak serius menangani sejumlah persoalan krusial.
Menurut Godfried, sejumlah indikator menunjukkan kinerja pemerintah kota belum optimal, mulai dari penanganan banjir, tingginya inflasi, hingga angka pengangguran.