TANJUNGBALAI - Sebanyak 134 jemaah calon haji asal Kota Tanjungbalai tahun 1447 H/2026 M menjalani prosesi tepung tawar di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Tanjungbalai, Senin, 27 April 2026.
Prosesi ini menjadi tradisi adat sebagai bentuk doa dan restu sebelum keberangkatan ke Tanah Suci.
Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, mengatakan tepung tawar merupakan warisan budaya yang sarat makna spiritual.
Baca Juga: KPK Periksa Dua Petinggi Biro Travel Terkait Dugaan Korupsi Kuota Haji 2023–2024 Tradisi ini, kata dia, menjadi simbol doa keselamatan bagi para jemaah yang akan menunaikan ibadah haji.
"Tepung tawar adalah adat warisan leluhur yang mengandung doa keselamatan. Berangkat haji bukan sekadar perjalanan biasa, tetapi undangan istimewa dari Allah SWT," ujar Mahyaruddin dalam sambutannya.
Ia mengingatkan para jemaah untuk menjaga kondisi kesehatan selama menjalankan ibadah, mengingat dinamika global yang dapat memengaruhi pelaksanaan haji tahun ini.
Meski demikian, ia meminta jemaah tetap menjalankan ibadah dengan tenang dan penuh keikhlasan.
Wali Kota juga menyampaikan bahwa tahun ini titik keberangkatan jemaah akan dipusatkan di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah, agar keluarga dapat lebih mudah melepas keberangkatan.
Dalam kesempatan itu, Mahyaruddin juga menyampaikan permohonan maaf karena tidak dapat mendampingi langsung keberangkatan jemaah.
Ia mengungkapkan akan menunaikan ibadah haji bersama kloter dari Medan.
"Saya juga akan berangkat menunaikan ibadah haji. Saya mohon doa agar Kota Tanjungbalai semakin baik, maju, dan religius menuju Tanjungbalai EMAS," katanya.
Kepala Kantor Kementerian Haji Tanjungbalai, Abdullah Syadad Saragih, memastikan seluruh persiapan keberangkatan jemaah telah rampung.