MEDAN - Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Sumatera Utara (Sumut) pada 2025 menempati peringkat ke-10 secara nasional.
Sementara itu, Tingkat Kegemaran Membaca (TKM) provinsi ini berada di posisi ke-9 nasional, menunjukkan tren peningkatan literasi yang relatif kompetitif dibanding daerah lain di Indonesia.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut, Desni Maharani Saragih, menyampaikan capaian tersebut dalam temu pers yang digelar Dinas Kominfo Sumut di Lobby Dekranasda Sumut, Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, Kamis, 23 April 2026.
Baca Juga: 3.800 Personel Disiagakan Hadapi Gangguan Keamanan Lewat Simulasi TFG Sispamkota, Wakil Wali Kota Medan: Jangan Setelah Terjadi Baru Kita Bertindak "Hal ini menunjukkan bahwa kinerja pembangunan literasi masyarakat dan tingkat gemar membaca di Sumut relatif makin kompetitif dibanding provinsi lainnya," kata Desni.
Menurut dia, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara terus mendorong peningkatan literasi melalui berbagai program strategis.
Salah satunya mendukung Program Unggulan Bersekolah Gratis (PUBG), termasuk perluasan titik layanan bahan bacaan digital Sumut (BACA DISUMUT), khususnya di wilayah Kepulauan Nias.
Selain itu, Dinas Perpustakaan dan Arsip Sumut juga melakukan pembinaan perpustakaan di tingkat SMA/SMK, termasuk peningkatan kualitas fasilitas di sejumlah sekolah di Kepulauan Nias.
"Kami juga melakukan pembinaan perpustakaan SMA/SMK berupa peningkatan kualitas perpustakaan beberapa sekolah di Kepulauan Nias," ujarnya.
Sejumlah program lain turut dijalankan, seperti operasional perpustakaan keliling, layanan terpadu perpustakaan sekolah hingga ke daerah terpencil, pengembangan pojok baca, serta penyediaan bahan bacaan digital.
Program peningkatan literasi juga mencakup kegiatan Read Aloud untuk TK/PAUD, pelatihan storytelling, membaca kritis, workshop literasi media, gerakan sepekan satu buku, lomba bertutur, hingga penguatan pengawasan kearsipan.
Desni menegaskan bahwa pembangunan literasi dan budaya membaca tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
"Pembangunan literasi, tingkat kegemaran membaca, dan penguatan kearsipan merupakan investasi jangka panjang bagi masa depan Sumut," katanya.