ACEH BESAR — Gubernur Aceh Muzakir Manaf menghadiri acara Relaunching Aneuk Muda Aceh Unggul Hebat (AMANAH) sekaligus pengukuhan pengurus yang digelar di Komplek AMANAH, Ladong, Aceh Besar, Kamis, 23 April 2026.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Kepala Badan Intelijen Negara Muhammad Herindra, serta sejumlah pejabat pusat dan daerah lainnya.
Dalam sambutannya, Muzakir Manaf menegaskan bahwa reaktivasi AMANAH menjadi momentum penting dalam memperkuat pembangunan Aceh yang berbasis pada penguatan sumber daya manusia, khususnya generasi muda.
Baca Juga: Musrenbang Aceh 2027: Gubernur Mualem Soroti Lambatnya Pemulihan Pascabencana, Sebut Aceh Butuh Anggaran Rp40 Triliun Ia menyebut masa depan pembangunan Aceh tidak hanya ditentukan oleh kekayaan sumber daya alam, tetapi juga kualitas, kreativitas, dan daya juang anak muda.
"Pembangunan Aceh ke depan sangat ditentukan oleh kualitas, kreativitas, dan daya juang anak-anak mudanya," kata Muzakir.
Ia menjelaskan, AMANAH dirancang sebagai pusat kreativitas (creative hub) yang menjadi ruang kolaborasi ide, inovasi, dan talenta anak muda Aceh.
Fasilitas ini diharapkan dapat melahirkan karya yang tidak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga menjadi solusi atas berbagai tantangan pembangunan daerah.
Menurut dia, pengukuhan pengurus dan badan pekerja AMANAH merupakan langkah strategis untuk memperkuat kelembagaan agar program yang dijalankan lebih terarah, profesional, dan berdampak luas.
Pemerintah Aceh, kata Muzakir, akan terus memberikan dukungan agar AMANAH dapat berperan sebagai pusat inkubasi wirausaha muda, pengembangan ekonomi kreatif, sekaligus penghubung antara pemuda, pemerintah, dan dunia usaha.
"Pemerintah Aceh akan terus mendukung agar AMANAH menjadi ruang lahirnya wirausaha muda dan inovasi ekonomi kreatif," ujarnya.
Ia berharap AMANAH dapat menjadi gerakan yang menumbuhkan optimisme generasi muda Aceh agar mampu bersaing tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga global.
"Dari sini kita harapkan lahir gagasan besar, karya terbaik, dan gerakan nyata untuk membawa Aceh lebih maju dan bermartabat," kata Muzakir.*