KOTA PADANG – Pemerintah melalui Badan Gizi Nasional (BGN) menargetkan sebanyak 82,9 juta anak Indonesia dapat menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada tahun 2026 sebagai salah satu program prioritas nasional di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala BGN Dadan Hindayana mengatakan saat ini sudah terdapat sekitar 62 juta penerima manfaat yang telah menikmati program MBG di berbagai daerah di Indonesia.
"Hari ini sudah ada 62 juta penerima manfaat yang telah menikmati MBG dan kita targetkan 82,9 juta anak Indonesia menikmati MBG di tahun ini," kata Dadan di Kota Padang, Sumatera Barat, Rabu (22/4/2026).
Baca Juga: Hari Bumi 2026: Pertamina EP Sangatta Tanam 333 Pohon Penyerap Karbon, Libatkan Multi Pihak Dadan menjelaskan, target tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mendukung Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini.
Menurutnya, program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi anak, tetapi juga berdampak pada berbagai aspek seperti pencegahan stunting, peningkatan kesehatan, hingga produktivitas generasi masa depan.
"Anak yang sehat akan menjamin produktivitas di masa tua," ujarnya.
Ia juga mengingatkan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh daerah tetap mematuhi petunjuk teknis dan standar operasional prosedur yang telah ditetapkan pemerintah.
Selain kelengkapan administrasi seperti Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS), fasilitas pendukung di lapangan juga diminta untuk terus dipenuhi demi kelancaran program.
Sementara itu, Wakil Gubernur Sumatera Barat Vasko Ruseimy menyampaikan bahwa implementasi MBG di daerah tidak hanya menyasar wilayah perkotaan, tetapi juga seluruh daerah di Ranah Minang.
"Yang jelas di Sumatera Barat saya berharapnya MBG bukan cuma makan bergizi gratis, tapi makan bergizi gratis dan enak betul," kata Vasko.
Berdasarkan data BGN, di Sumatera Barat terdapat 402 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), dengan 70 di antaranya berada di Kota Padang. Kehadiran program ini disebut turut menggerakkan ekonomi daerah hingga ratusan miliar rupiah.*
(an/dh)