DELI SERDANG — Pemerintah Kabupaten Deli Serdang memastikan seluruh korban dalam peristiwa tanah longsor di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, telah ditemukan.
Operasi pencarian dan pertolongan (SAR) gabungan resmi ditutup pada Jumat, 10 April 2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Deli Serdang, Mukti Ali Harahap, mengatakan proses evakuasi telah selesai dilakukan setelah seluruh korban berhasil ditemukan.
Baca Juga: Api Melahap Kawasan Pertokoan Gunungsitoli, 17 Ruko Ludes Tak Bersisa "Seluruh korban tanah longsor di Desa Sembahe telah berhasil ditemukan dan dievakuasi. Operasi SAR gabungan juga sudah resmi ditutup," kata Mukti dalam keterangan tertulis, Jumat.
Dalam peristiwa tersebut, lima orang dilaporkan meninggal dunia, sementara satu orang lainnya mengalami luka ringan.
Selain menelan korban jiwa, longsor juga merusak sejumlah rumah warga dan satu fasilitas ibadah.
Saat ini, area terdampak telah diamankan oleh aparat kepolisian dengan pemasangan garis pembatas.
Pemerintah daerah, kata Mukti, akan melanjutkan proses pembersihan melalui kegiatan gotong royong setelah kondisi dinyatakan aman.
Di lokasi lain di Kecamatan Sibolangit, seperti Desa Batu Belin dan Desa Tambunen, material longsor yang sebelumnya menutup badan jalan telah dibersihkan.
Namun, akses di beberapa titik masih terbatas.
"Di Sibolangit terdapat lima desa terdampak. Untuk Desa Tambunen, akses jalan saat ini masih diberlakukan satu arah," ujarnya.
Sementara itu, di Desa Penungkiren, Kecamatan STM Hilir, jalur penghubung antar kecamatan yang sempat tertutup longsor kini telah kembali dapat dilalui setelah proses pembersihan selesai.