MEDAN – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution mendorong PT Bank Sumut (Perseroda) untuk naik kelas ke Kelompok Bank dengan Modal Inti (KBMI) 2, yang mensyaratkan modal inti Rp6 triliun hingga Rp14 triliun.
Saat ini, Bank Sumut masih berada di kategori KBMI 1 dengan modal inti Rp5,2 triliun.
Baca Juga: Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Selasa 7 April 2026: Seluruh Wilayah Diguyur Hujan Bobby Nasution menyatakan bahwa persiapan ini sejalan dengan rencana Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akan melakukan konsolidasi bank KBMI 1 pada 2029.
"Aturan OJK di 2029 untuk bank itu minimal Rp6 triliun. Rp6 triliun itu sudah masuk KBMI 2. Jadi, sebagai pemegang saham, pemerintah daerah sepakat, kita harus mengejar modal Rp6 triliun," kata Bobby usai RUPS Tahunan Tahun Buku 2025 Bank Sumut, di Kantor Pusat Bank Sumut, Jalan Imam Bonjol, Medan, Senin (6/4/2026).
Untuk mencapai target ini, pemegang saham – Pemprov Sumut dan kabupaten/kota – sepakat menyetorkan kembali 15% dividen 2025 sebagai modal tambahan pada 2026.
Selain itu, Pemprov Sumut menambahkan modal Rp100 miliar, sementara Pemkab Tapanuli Selatan sekitar Rp70 miliar.
"Ada yang menganggarkan, seperti Tapsel, dituangkan ke APBD dan menambahkan kurang lebih Rp70 miliar, termasuk 15% dividen. Dari Provinsi Sumut, selain inbreng aset, ada tambahan Rp100 miliar lagi," ujar Bobby Nasution.
Selain menambah modal, Bobby Nasution juga menekankan agar Bank Sumut mengurangi ketergantungan pada APBD.
Ia mendorong bank memperluas produk agar mampu bersaing dengan bank swasta lain.
"Upaya yang kita harapkan tentu minta dari sisi uang pihak ketiga jangan kemahalan, produknya harus banyak, jangan cuma mengandalkan APBD dan ASN," ujarnya.
RUPS dihadiri seluruh kepala daerah kabupaten/kota se-Sumut, komisaris, jajaran direksi Bank Sumut, serta OPD terkait Pemprov Sumut dan kabupaten/kota se-Sumut.*