JAKARTA— Pemerintah menargetkan renovasi 400 ribu unit rumah rakyat sepanjang 2026. Program ini meningkat signifikan dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang mencapai 45 ribu unit.
Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman, Maruarar Sirait, mengatakan peningkatan tersebut merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat penyediaan hunian layak.
"Ada langkah strategis untuk peningkatan program bedah rumah rakyat di seluruh Indonesia," ujar Maruarar di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin, 6 April 2026.
Baca Juga: Mualem Paparkan LKPJ 2025, Pembangunan Aceh Diklaim Makin Maju Selain peningkatan jumlah, pemerintah juga memperluas cakupan program. Jika pada tahun sebelumnya terdapat ratusan kabupaten/kota yang belum tersentuh, pada 2026 seluruh wilayah ditargetkan menerima program tersebut.
Menurut Maruarar, program bedah rumah tidak hanya berorientasi pada penyediaan hunian layak, tetapi juga berpotensi mendorong pemerataan ekonomi daerah.
Pemerintah juga menyiapkan pembangunan hunian vertikal dengan memanfaatkan lahan negara, termasuk aset milik PT Kereta Api Indonesia. Kawasan perkotaan seperti Tanah Abang di Jakarta dan sejumlah titik di Bandung menjadi lokasi yang dipertimbangkan.
Konsep pembangunan akan menggabungkan hunian bagi masyarakat berpenghasilan rendah dan kelompok menengah untuk menciptakan kawasan permukiman yang inklusif.
Program ini menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam meningkatkan kualitas permukiman sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi berbasis pembangunan infrastruktur perumahan.*
(an/dh)